(urutan ke-5 dari kiri, belakang meja) Ketua Umum Wikimedia Indonesia, Biyanto Rebin dan Rektor UIN Malang Prof Abd Haris MAg, usai penandatanganan MoU. (Foto: Humas UIN Maliki Malang for MalangTIMES)

(urutan ke-5 dari kiri, belakang meja) Ketua Umum Wikimedia Indonesia, Biyanto Rebin dan Rektor UIN Malang Prof Abd Haris MAg, usai penandatanganan MoU. (Foto: Humas UIN Maliki Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Akademisi di Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) akan menjadi Wikidatawan dan Wikidiawati. Hal ini setelah, UIN Malang menjalin kerja sama baru dengan pihak luar.

Kali ini bukan sembarang instansi ataupun perusahaan bisnis, namun lebih pada salah satu organisasi nirlaba yang sudah terkenal di Nusantara. Organisasi tersebut adalah Wikimedia.

Perlu diketahui, Perkumpulan Wikimedia Indonesia adalah sebuah organisasi perkumpulan nirlaba berbasis anggota yang berdiri pada 5 September 2008 dan berpusat di Jakarta, Indonesia.

Organisasi ini disahkan secara resmi pada 7 Oktober 2008 sebagai mitra lokal (local chapter) Wikimedia Foundation Inc., Amerika Serikat, oleh Board of Trustees (Dewan Pengawas) Wikimedia Foundation, Inc.

Peluncuran Wikimedia Indonesia secara resmi dilakukan pada tanggal 20 Maret 2009 dengan didukung oleh Depkominfo sekaligus memperkenalkan Duta Bebaskan Pengetahuan, Christian Sugiono.

Ketua Umum Wikimedia, Biyanto Rebin menyatakan bahwa UIN Malang begitu progresif dibandingkan dengan perguruan tinggi Islam lainnya.

“Ternyata UIN Malang ini cukup progresif dibandingkan dengan universitas-universitas negeri lainnya terutama yang berbasis Islami,” ungkap Ketua Umum Wikimedia, Biyanto Rebin.

Menurutnya, selama ini PTN lain yang seperti UIN Malang pada umumnya lebih cenderung untuk kurang terbuka atau lebih menutupi akses produk pengetahuannya. PTN lain yang berbasis Islami itu merasa takut dengan akses informasi yang bebas karena dengan banyak alasan salah satunya, misalnya akan terjadinya plagiasi, dan lain-lain.

Nah, untuk mempersiapkan para Wikidatawan dan Wikidiawati ini, akan terus digencarkan seminar dan pelatihan-pelatihan.

“Intinya agar segera terwujud semacam Wikicorner atau Wikiclub baik di kalangan dosen maupun mahasiswa UIN Malang,” ungkap pria berkaca mata asal Salatiga tersebut.

Salah satu pelatihan yang sudah diadakan yakni workshop dan pelatihan lokakarya Wikidata yang bertajuk Membangun Basis Pengetahuan Ulama-Ulama Nusantara dengan sumber buku “Manaqib Ulama Nusantara” di Rumah Jurnal, Gedung Perpustakaan Pusat UIN Malang beberapa waktu yang lalu.

Dr M Faisol Fatawi MAg selaku penyunting buku Manaqib Ulama Nusantara dan Wakil Dekan bagian Akademik Fakultas Humaniora menegaskan bahwa jangan sampai pengetahuan bebas berubah menjadi berita bohong atau hoaks.

“Hindari pemberian data tertulis tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan!” tegasnya.

Tentunya dengan kerjasama ini, akses produk pengetahuan dari UIN Malang akan secara cepat dan luas tersebar ke masyarakat dan dunia luar, misalnya hasil riset, temuan dosen, karya ilmiah, prestasi-prestasi mahasiswa, sampai pada tumbuh kembangnya kampus yang berlogo Ulul Albab ini.

End of content

No more pages to load