Petugas di UTD PMI Kota Malang tengah melakukan pengecekan stok darah. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Petugas di UTD PMI Kota Malang tengah melakukan pengecekan stok darah. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjelang Hari Raya ldul Fitri 1440 H, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang memastikan stok darah aman sampai H+7 lebaran. 

Sejumlah kegiatan penggalangan darah di malam hari terus digeber sepanjang Ramadan untuk memastikan pasokan darah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala UTD PMI Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati mengungkapkan bahwa saat ini jumlah darah yang tersedia sebanyak 1.870 kantong. 

"Untuk memenuhi kebutuhan darah di Malang Raya hingga H+7 Lebaran nanti, kami menargetkan agar minimal satu hari ada 70 kantong darah yang masuk ke PMI," ujarnya.

"Memang di awal puasa, jumlah pendonor cenderung menurun. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena saat ini jumlah pendonor sudah semakin meningkat dari hari ke hari," tambahnya. 

Enny juga menjelaskan, selama bulan puasa ini, pihaknya memberikan pelayanan maksimal bagi para pendonor hingga pukul 21.30 WIB. 

Menurut Enny, saat ini pihaknya menunda pengiriman bantuan darah ke luar daerah. 

Sebab, masa penyimpanan darah hanya optimal selama 35 hari. 

"Jadi biasanya kami kirim ke Jawa Tengah, ada juga permintaan ke Jambi, Makassar dan daerah lain. Untuk sementara dipastikan untuk Malang Raya aman dulu sampai H+7 lebaran," paparnya.

Selama bulan Ramadhan, PMI Kota Malang juga memberikan apresiasi khusus bagi pendonor.

Yakni berupa bingkisan beras sebanyak 5 kilogram. 

Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menggelar jemput bola donor darah. 

"Kerja sama dengan masjid untuk menjaring jamaah yang habis tarawih. Juga TNI, gereja hingga vihara. Bus donor juga kami tempatkan di tempat pusat keramaian saat malam," pungkasnya.