Petugas saat menginterogasi singkat para pelaku kejahatan narkoba maupun perjudian. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Petugas saat menginterogasi singkat para pelaku kejahatan narkoba maupun perjudian. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Menjelang Lebaran yang tinggal menunggu hitungan hari, 17 orang kompak  berkumpul di Polres Malang Kota. Namun 17 orang tersebut bukanlah  melakukan aksi demo, melainkan terjaring dalam razia Operasi Pekat Semeru 2019.

Ke-17 orang tersebut terjaring razia karena terlibat berbagai kasus yang menjadi target operasi pihak kepolisian dalam Operasi Pekat Semeru 2019. Antara lain premanisme, narkoba, prostitusi, pornografi, petasan, senjata api serta perjudian.

"Selama Operasi Pekat Semeru 2019 kurang lebih dua pekan, ada 72 kasus yang diungkap. Untuk 15 kasus merupakan target operasi. Kemudian nontarget operasi ada 57 sehingga totalnya ada 72 kasus dengan 17 tersangka yang diamankan," ungkap Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH.

Dari 72 kasus tersebut, yang paling mendominasi adalah kasus narkoba. Dan baru-baru ini, pihak kepolisian juga baru saja mengamankan tiga pemuda yang merupakan mahasiswa PTS (perguruan tinggi swasta) karena kasus narkoba.

"Dari 72 kasus itu, 13 kasus dilakukan proses hukum lebih lanjut. Kemudian yang dilakukan pembinaan ada sekitar 59 orang. Untuk mereka yang mendapat pembinaan karena memang hanya terlibat kaitan premanisme, seperti parkir liar," bebernya.

Sementara itu, dari hasil Operasi Pekat Semeru 2019 tersebut, berhasil diamankan puluhan dus berisi ratusan miras dengan berbagai merek dan juga barang bukti narkoba yang sudah dikemas dalam paket-paket kecil maupun besar.

"Untuk itu, menjelang Lebaran, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada dengan situasi sekitar. Saling menjaga dengan lingkungan sesama dan jangan segan untuk melapor hal-hal yang mencurigakan ke pihak aparat," pungkasnya.

End of content

No more pages to load