Cek Kesehatan, Satu Sopir Bus Dinyatakan Tak Layak Jalan

May 29, 2019 16:39
Suasana cek kesehatan yang dilakukan sopir bus di Terminal Arjosari, Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana cek kesehatan yang dilakukan sopir bus di Terminal Arjosari, Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjelang arus mudik Lebaran, ratusan sopir bus di Terminal Arjosari Malang melakukan pengecekan kesehatan, Rabu (29/5). Pemeriksaan kesehatan ini untuk memastikan bahwa pengemudi bus dalam kondisi sehat dan layak kerja.

Pengecekan tersebut meliputi tes urine untuk mengatahui kandungan zat narkotika dan minuman keras, kemudian cek gula darah, dan mata.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan Kota Malang dr Diah Inarsih menyatakan, tes kesehatan menjelang mudik Lebaran ini melibatkan beberapa instansi terkait. Antara lain pihak kepolisian, BNN dan Rumah Sakit Persada Husada.

"Sebelum arus mudik, diperiksa kesehatannya, fisik dan ada laboratorium untuk cek gula darah dan tes urine untuk narkoba dengan melibatkan beberapa instansi terkait. Sehingga perjalanan mudik nantinya aman dan selamat," ujarnya.

Dari hasil tes untuk para sopir bus yang dilakukan hingga siang hari ini pukul 12.00, ada satu sopir yang dinyatakan tidak layak jalan. Pasalnya, sang sopir tengah mengidap hipertensi atau darah tinggi dan harus dikembalikan ke perusahaan bus yang menaunginya.

"Hampir semuanya sejauh ini baik-baik saja. Tadi ada satu sopir yang hipertensinya tinggi sekali. Jadi, kami kembalikan ke PO-nya karena ini sama sekali tidak layak jalan. Kalau darah tingginya masih ringan, tidak masalah. Yang ini terlalu tinggi sehingga harus dirujuk," imbuh dia.

Sementara itu, salah satu sopir bus PO Tentrem, Agung Pamuji, mengaku senang dengan adanya cek kesehatan gratis tersebut. Pasalnya, selain untuk mengetahui bagaimana kondisi tubuhnya, juga bisa mengantisipasi apabila nantinya mengalami sakit.

"Senang, dan setiap tahun juga selalu ada. Hanya saja kali ini lebih lengkap. Dengan begini, kami tahu kondisi diri sendiri. Boleh berangkat atau tidak. Apalagi untuk membawa pemudik yang tinggalnya jauh-jauh ya. Tadi saya alhamdulillah normal semua," ungkapnya.

Topik
MalangBerita Malangarus mudik lebaranSopir BusTerminal Arjosari Malangtes urineKepala Seksi Kesehatan LingkunganKesehatan Kerja Dinas Kesehatan Kota Malangdr Diah Inarsih

Berita Lainnya

Berita

Terbaru