Ilustrasi mudik gratis (Ist)
Ilustrasi mudik gratis (Ist)

MALANGTIMES - Bus  mudik gratis bagi masyarakat Kabupaten Malang dengan lima jurusan, yaitu Malang-Madura, Malang-Ngawi, Malang-Banyuwangi, Malang-Pacitan, dan Malang-Bondowoso, ternyata masih terbilang sepi peminat.

Sejak dibuka dua bulan lalu sampai saat ini, peserta mudik gratis bersama Pemkab Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) itu belum mencapai kuota yang disediakan. Dari 250 orang dengan 5 bus untuk lima jurusan, baru terisi sekitar 150 orang yang mendaftar.

"Baru sekitar itu. Jadi, masih cukup banyak kursi yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mudik gratis. Yakni sekitar 100 orang atau 2 bus lagi," kata Hafi Lutfi, kepala Dishub Kabupaten Malang, Rabu (29/05/2019).

Lutfi melanjutkan, jurusan mudik gratis yang terbilang hampir penuh adalah Malang-Madura. "Hampir penuh untuk jurusan ini. Sedangkan yang lain masih cukup banyak yang kosong," ujarnya.

 Dia menegaskan bahwa mudik gratis merupakan bentuk pelayanan Pemkab Malang untuk meringankan beban masyarakat. "Sekaligus untuk mengurangi kemacetan. Warga bisa mudik tanpa memakai sepeda motor, misalnya. Ini juga sebagai langkah preventif terjadinya kecelakaan di jalan raya saat mudik," imbuh Lutfi.

Seperti diketahui, mudik gratis dalam provinsi Jawa Timur (Jatim) yang digelar Dishub Kabupaten Malang merupakan agenda rutin tahunan. Tujuannya  membantu masyarakat agar bisa mudik tanpa merogoh kocek pribadi dan tidak perlu menambah kemacetan di jalan dengan cara memakai kendaraan roda dua.

"Jadi, tujuannya seperti itu. Sehingga kami harapkan agenda mudik gratis ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin masyarakat," ucap Lutfi.

Dishub juga tidak membatasi asal domisili yang akan ikut program mudik gratis. "Untuk bisa menjadi peserta, cukup menunjukkan kartu identitas berupa e-KTP dan KK. Akhir pendaftaran maksimal sebelum 4 Juni 2019 datang atau sampai kursi terisi penuh semuanya," ungkapnya.

Masih banyaknya kursi kosong dalam program mudik gratis itu membuat Dishub Kabupaten Malang melakukan sosialisasi lagi kepada masyarakat. "Kami harapkan bisa terpenuhi kuota mudik yang ada. Nantinya akan diberangkatkan dari Pendopo Agung Kabupaten Malang oleh Pak Sanusi (wabup Malang)," pungkas Lutfi.