Ilustrasi kendaraan yang rusak parah akibat terlibat kecelakaan, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Ilustrasi kendaraan yang rusak parah akibat terlibat kecelakaan, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Berdasarkan catatan yang dihimpun Polres Malang, di awal tahun 2019, terdapat 261 kasus kecelakaan yang terjadi di berbagai titik yang ada di Kabupaten Malang. Selain menelan korban jiwa sebanyak 69 orang, peristiwa kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian materi hingga ratusan juta.

“Berdasarkan catatan kami, dari ratusan insiden kecelakaan yang terjadi sejak awal tahun 2019 lalu. Kecelakaan juga menyebabkan kerugian materi mencapai Rp 200,6 juta,” kata Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto kepada malangtimes.com.

Dari catatan terbaru, lanjut Agus, bulan Januari 2019 lalu menjadi saat dimana kecelakaan menyebabkan kerugian materi terbanyak. Yakni mencapai kisaran Rp 61,3 juta.

Bergeser sebulan kemudian, dari 52 insiden kecelakaan yang terjadi di sepanjang bulan februari. Menyebabkan kerugian materi mencapai Rp 51,7 juta. Lanjut, pada bulan Maret lalu, tercatat ada 59 insiden kecelakaan. Dari jumlah tersebut, mengakibatkan kerugian material mencapai Rp 47,5 juta.

Terakhir, sepanjang bulan April lalu, unit Laka Lantas Polres Malang disibukkan dengan kasus kecelakaan yang terjadi sebanyak 70 peristiwa. Dari jumlah tersebut, menyebabkan kerugian materi mencapai Rp 39,7 juta. “Biasanya kendaraan yang mengalami kerusakan paling parah terjadi pada R2 (sepeda motor). Sebab, dari catatan kami lebih dari 75 persen kecelakaan, dialami oleh pengendara R2,” sambung Agus kepada MalangTIMES.com.

Menanggapi fenomena ini, Agus mengimbau kepada pengguna jalan agar senantiasa menaati peraturan berlalu lintas. Selain kelengkapan surat berkendara, para pengguna jalan juga diimbau agar senantiasa mengenakan helm SNI (Standart Nasional Indonesia) bagi R2, dan menggunakan sabuk pengaman bagi R4 maupun R6 (mobil dan kendaraan bermuatan).“Kami mengimbau kepada pengguna jalan, agar selalu taat terhadap peraturan lalu lintas dan saling menghargai sesama pengguna jalan serta berdoa sebelum bepergian,” imbau Agus.

End of content

No more pages to load