Suasana UM PTKIN di UIN Malang. (Foto istimewa, Gema UIN Malang)
Suasana UM PTKIN di UIN Malang. (Foto istimewa, Gema UIN Malang)

MALANGTIMES - Pelaksanaan seleksi bersama ujian masuk perguruan tinggi jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) serentak dilakukan di seluruh Indonesia, Selasa 28 Mei 2019. Termasuk juga di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN  Maliki Malang).

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Jumlah pendaftar jalur UM PTKIN tahun ini mencapai 5.005 orang dan jumlah peminatnya mencapai 13.312 orang. Sementara untuk pendaftar jalur UM PTKIN di UIN Malang mencapai 2.635 peserta.

Jumlah ini meningkat daripada tahun sebelumnya. Hal ini dinyatakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr M Zainuddin MA yang sekaligus ketua pelaksana ujian UM PTKIN.

"Jumlah peserta UM PTKIN tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2018 peserta UM PTKIN hanya mencapai 2.400 dan tahun ini meningkat menjadi 2.635 peserta," ujarnya.

Jumlah tersebut terbagi menjadi tiga kategori. Yaitu IPA sejumlah 48 peserta, IPS sejumlah 2.635 peserta, dan ilmu pengetahuan campuran atau IPC sejumlah 199 peserta. Sedangkan khusus untuk peserta computer based test (CBT), peserta tes sebanyak 199 orang.

Total ruangan yang digunakan sejumlah 124 ruang dengan jumlah pengawas ujian sebanyak 242 orang, pengawas cadangan 2 orang, dan narasumber 7 orang. Khusus untuk CBT, peserta menggunakan ruang laboratorium komputer di Fakultas Saintek lantai 3.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Zainuddin menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian UM PTKIN tahun ini sangat Iancar dan sesuai dengan prosedur uijian. "Tahun ini UIN Malang memiliki tujuh jalur. yaitu jalur SNMPTN, SPAN PTKIN, SBMPTN, UM PTKIN, mandiri tulis, jalur prestasi, dan mahasiswa asing. UM PTKIN merupakan jalur yang keempat di UIN Malang," terangnya.

Sementara itu, salah satu peserta CBT Arina Yustika Fitri asal Jayapura tampak serius mengerjakan soal ujian dengan sistem CBT. Namun dalam ujian kali ini, ada beberapa soal yang tidak ada jawabannya. "Namun, kendala tersebut masih bisa diatasi dengan baik sehingga proses ujian CBT berjalan dengan Iancar dan terkendali," ucapnya.