Kantor pemasaran dan service center Oppo Malang di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang. (Dok. MalangTIMES)
Kantor pemasaran dan service center Oppo Malang di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang. (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polemik viralnya video buka bersama Oppo dengan menyediakan minuman keras (miras) di Hotel Atria beberapa waktu lalu terus bergulir. Hingga kini, reaksi akan kasus tersebut malah memunculkan indikasi adanya campur tangan orang lain yang menginginkan diselesaikan secara damai.

Sumber terpercaya MalangTIMES menyebutkan bahwa ada salah satu pihak yang meminta LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Malang Raya untuk menyelesaikan masalah Oppo secara damai. Lira juga diminta mencabut berkas pengaduan ke Polres Malang Kota. 

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Namun, ketika dikonfirmasi, Koordinator Lira Malang Raya HM. Zuhdy Achmady enggan memberikan komentar banyak.  "Oh enggak. Itu hanya salah paham," ujar dia, Selasa (28/5).

Pria yang akrab disapa Didik ini menjelaskan bahwa Lira  hanya ingin memperjelas kejadian itu yang dimungkinkan mengarah ke pidana penistaan agama. "Kami hanya ingin memastikan kronologi kejadian karena ada kemungkinan pelanggaran pidana itu (penistiaan agama)," ungkap dia.

Sebelumnya, DPRD Kota Malang telah meminta pihak Oppo untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka. Didik menilai, itu sudah lumrah karena berkaitan dengan moral.

"Minta maaf itu kan soal adab. Ketika seseorang merasa bersalah, lumrah kalau minta maaf. Namun permintaan maaf itu tidak menggugurkan perkara pidana apabila dalam pemeriksaan di kepolisian (misalnya) ditemukan bukti yang cukup," papar Didik.

Lira berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang. Terlepas dari kasus tersebut, Didik mengimbau  para pelaku usaha itu juga diberi pembinaan dan pengawasan agar tidak kecolongan lagi.

"Ini kan soal moral. Jadi, perlu pembinaan dan pengawasan bagi para pelaku usaha yang ada di Kota Malang dengan melibatkan pemkot dan juga OPD terkait," tandasnya.