Foto istimewa

Foto istimewa



MALANGTIMES - Sejak Senin 27 Mei kemarin hingga 20 Juni 2019 nanti, semua siswa yang mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) mengambil PIN (personal identification number) di SMA/SMK negeri terdekat. PIN inilah yang nantinya dipergunakan untuk melakukan pendaftaran.

Nah, sejak 27 Mei kemarin hingga 8 Juni 2019 nanti juga dijadwalkan latihan pendaftaran PPDB jalur zonasi/reguler. Latihan dilakukan melalui web ppdbjatim.net.

Memang, sebelum melakukan pendaftaran, calon peserta didik harus sudah mempunyai PIN. Kemudian, calon peserta didik membuka web ppdbjatim.net dan memilih kota sesuai dengan SMA/SMK pilihan pertama yang akan dituju.

Setelah itu, calon peserta didik melakukan pendaftaran dengan nomor UN dan PIN yang sudah didapatkan. Lantas memilih sekolah yang akan dituju sesuai dengan ketentuan berikut pada menu pemilihan sekolah.

Selanjutnya tinggal mencetak bukti pendaftaran dan menunggu hasil pengumuman di web ppdbjatim.net.

Perlu diketahui, jalur zonasi adalah jalur penerimaan calon peserta didik dengan memprioritaskan jarak domisili dengan sekolah yang dituju dan waktu pendaftaran. Zonasi tidak berlaku pada SMK.

Berdasarkan juknis yang dirilis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kuota pada jalur zonasi kali ini sebesar 90 persen dari total jumlah keseluruhan pagu yang terdiri atas, pertama, 20 persen merupakan kuota keluarga tidak mampu termasuk di dalamnya anak panti asuhan, 5 persen anak dari keluarga buruh.

Kedua, 50 persen berdasarkan zona, bertujuan memberi kesempatan bagi siswa yang berdomisili di area zona yang telah ditentukan, termasuk di dalamnya penyandang disabilitas pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan layanan inklusi.

Ketiga, 20 persen berdasarkan prestasi akademis dari nilai hasil ujian nasional, yang bertujuan memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat memilih sekolah yang diizinkan dalam zona. Di dalamnya terdapat 2 persen pada wilayah irisan antara kabupaten/kota.

Penetapan zonasi dilakukan oleh cabang dinas pendidikan wilayah kabupaten/kota bekerja sama dengan musyawarah kerja kepala sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota setempat.

Bagi sekolah yang berada di perbatasan provinsi atau kabupaten/kota (daerah irisan), penetapan zonasi dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan pemerintah daerah/cabang dinas pendidikan wilayah kabupaten/kota.

Kuota peserta didik penyandang disabilitas untuk sekolah penyelenggara pendidikan inklusi paling banyak 3 kursi dari setiap rombel atau sesuai dengan tingkat kesulitan peserta didik berkebutuhan khusus pada setiap rombel.

Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusi menerima calon peserta didik penyandang disabilitas sesuai ketersediaan, kesesuaian, dan kesiapan satuan pendidikan.

Seperti halnya PPDB SMP, domisili calon peserta didik juga berdasarkan alamat kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 6 bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Sementara, untuk sekolah negeri dalam lingkungan pondok pesantren, seleksi menggunakan jarak dan waktu, dibuktikan surat keterangan yang sah dari pondok pesantren. Sedangkan sekolah negeri yang lokasi berdekatan dengan pondok pesantren, seleksi menggunakan nilai UN, jarak, dan waktu.

Bagi calon peserta didik dari daerah bencana nasional dan bencana daerah, zonasi mengikuti tempat domisili sementara dengan dibuktikan surat keterangan dari desa/kelurahan.

Pendaftaran PPDB jalur zonasi/reguler sendiri dijadwalkan tanggal 17 sampai 20 juni 2019 secara online.

Pemeringkatan berdasarkan zona dengan kuota sebesar 50 persen ialah berdasarkan jarak tempat tinggal dalam zona dengan sekolah yang dipilih. Jika jarak sama, maka pemeringkatan berdasarkan nilai ujian nasional dan waktu pendaftaran.

Sedangkan pemeringkatan berdasarkan nilai UN dengan kuota sebesar 20 persen ialah berdasarkan nilai UN. Jika terdapat kesamaan nilai maka diperingkat berdasarkan urutan nilai matapelajaran bahasa Indonesia, IPA, matematika, dan bahasa Inggris. Jika masih terdapat kesamaan maka diperingkat berdasarkan waktu pendaftaran.

End of content

No more pages to load