Antusias Warga Tinggi Tukar Uang, Hanya Hitungan Jam Pelayanan Tutup

May 28, 2019 11:34
Warga antre untuk menukar uang baru demi hari lebaran di areal Masjid Baiturrahman, Kepanjen (Nana)
Warga antre untuk menukar uang baru demi hari lebaran di areal Masjid Baiturrahman, Kepanjen (Nana)

MALANGTIMES - Hari raya Idul Fitri tinggal hitungan pekan. Seperti ritual tahun lalu, masyarakat pun mulai bergerak menukarkan uang untuk kepentingan hari lebaran.

Penukaran uang yang biasanya untuk diberikan kepada keluarga dekat maupun tetangga (biasanya anak-anak) pas lebaran ini, sepertinya telah menjadi agenda tak terpisahkan menyambut hari raya.
Hal ini pula yang disambut pihak Bank Indonesia (BI) setiap tahunnya juga dalam memberikan saluran resmi masyarakat untuk menukarkan uangnya. Dimana BI menggandeng berbagai bank lainnya menyediakan penukaran uang, baik yang langsung di kantor masing-masing maupun melalui pelayanan kas keliling di Malang Raya.
Respon masyarakat pun sangat tinggi atas pelayanan kas keliling itu. Hal ini terlihat di areal Masjid Baiturrahman, Kepanjen, yang dipergunakan untuk penukaran uang baru bagi warga. Hanya butuh waktu sekitar 2 jam, yaitu dari mulai buka pelayanan pukul 08.00 WIB sampai sekitar pukul 10.00 WIB. Mobil pelayanan penukaran uang telah meninggalkan lokasi.
"Saya sejak pukul 07.00 WIB telah di sini. Alhamdulillah pas buka layanan dapat langsung yang pertama menukarkan uang," kata Nuruddin warga jalan Penarikan, Kepanjen, Selasa (28/05/2019) yang menukarkan uangnya sekitar Rp 2 juta dengan pecahan mulai Rp 20 ribu hingga Rp 2 ribu.
"Untuk nanti lebaran mas. Adat kita pas lebaran pasti anak-anak kecil ramai-ramai datangi rumah satu persatu. Untuk dapat ini nih," ujarnya menunjukkan uang baru yang telah didapatnya sambil tertawa.
Seperti diketahui, BI Malang membatasi penukaran tiap orang Rp 3,7 juta. Pembatasan ini diikuti pula engan pemindaian KTP-el agar tidak terjadi satu orang berkali-kali menukarkan uangnya.
Hal ini dipertegas oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho. Dirinya mengatakan, setiap orang punya hak menukarkan uang dengan batas Rp 3,7 juta. "Diwajibkan membawa KTP-el asli sebagai bagian dari syarat penukaran uang baru," ucap Azka.
Pelayanan keliling cukup mendapat antusias tinggi warga. Sehingga mereka berharap pihak bank bisa terus menjalankan pelayanan tersebut kepada masyarakat.
"Kalau ke bank kan tidak semua bisa dapat, antre juga. Jadi enak lewat pelayanan keliling ini. Sama ngantrinya tapi enggak bikin jenuh," ujar Iwan yang telah mengantongi uang baru dengan nilai sekitar Rp 1,5 juta.

Dirinya yang sumringah, karena lanjutnya, penukaran uang tidak dipungut biaya seperti yang ditawarkan para pedagang di tepi-tepi jalan. Juga tidak membuatnya repot-repot untuk menukarkan uang. "Kebetulan tempat layanan dekat rumah jadi enak," ucapnya yang lebih banyak menukarkan mata uang baru Rp 2 ribu.
Dijaga dua aparat kepolisian bersenjata api, proses penukaran uang baru di Kepanjen, terbilang cukup. Sehingga membuat beberapa warga yang baru datang sudah tidak bisa menukar uangnya.

"Ternyata sudah selesai. Saya pikir sampai jam 12 siang gitu," ujar Badro'i yang akhirnya menukarkan uangnya ke penjual-penjual di tepi jalan yang mulai semakin banyak mangkal. Tentunya, Badro'i harus mengikhlaskan uang lebih untuk menukarnya di pedagang. Dimana setiap Rp 100 ribu maka dibayar pembeli sebesar Rp 110 ribu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
MalangBerita MalangMasjid BaiturrahmanHari Raya Idul FitriBank Indonesiapemindaian KTP elpenukaran uang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru