Kepala Baznas Kota Malang Sapardi menyerahkan paket santunan secara simbolis pada tenaga honorer. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kepala Baznas Kota Malang Sapardi menyerahkan paket santunan secara simbolis pada tenaga honorer. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang menyalurkan santunan bagi para tenaga pendukung operasional kegiatan (TPOK) alias tenaga honorer kurang mampu. 

Pasalnya, pada Hari Raya Idul Fitri 2019 ini para tenaga kontrak tidak mendapat jatah tunjangan hari raya (THR) dari pemerintah pusat. 

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Sebanyak 1.200 paket diserahkan mulai hari ini (27/5/2019) hingga besok (28/5/2019) di halaman belakang Balaikota Malang.

Kepala Baznas Kota Malang Sapardi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut baru kali pertama dilakukan tahun ini. 

Selain itu, juga untuk menyalurkan bantuan bagi pegawai di lingkungan Pemkot Malang yang membutuhkan. 

"Kami ingin memperkenalkan diri sekaligus menyapa saudara-saudara yang ada di lingkungan pemkot terutama tenaga honorer yang perlu mendapat bantuan," tuturnya.

"Kami menyediakan 1.200 paket santunan. Tenaga-tenaga honorer yang mendapat bantuan ini dari rekomendasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka merespons, jadi hari ini hingga besok kami bagikan," tuturnya. 

Menurut Sapardi, di awal Ramadan, pihak Baznas telah melayangkan surat pemberitahuan ke seluruh OPD. 

Dinas-dinas diminta mengirimkan daftar tenaga honorer yang dinilai layak menerima santunan.

Dari Baznas sendiri, lanjutnya, tidak menentukan syarat-syarat penerima santunan. 

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

"Kriteria penerima dari kami tidak ada, edaran kami hanya meminta tolong OPD merekomendasikan nama-nama yang layak. Tentunya yang berhak yang tidak mampu. Total per paket ini Rp 200 ribu," ujarnya. 

Dalam paket tersebut, masing-masing tenaga honorer mendapatkan beras premium 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 2 kg dan kue lebaran serta uang Rp 50 ribu.

"Harapannya setelah mereka menerima santunan ini bisa meningkatkan ketaqwaan, ke depannya semoga mereka sudah membaik ekonominya dan tidak menerima bantuan lagi tapi sudah bisa memberi," ujarnya. 

Terobosan baru pemberian santunan bagi tenaga honorer ini, juga dilakukan untuk mengenalkan kepengurusan baru dan juga keberadaan Baznas Kota Malang.

Salah satu tenaga honorer, Jatmiko mengaku bersyukur mendapat santunan tersebut.

"Alhamdulillah lah dapat santunan, lumayan. Tapi harapannya yaa semoga tahun depan kami juga bisa dapat THR," ujar pria yang sehari-hari menjadi petugas kebersihan itu.