Unik, Gantungan Kunci Kamal Ucul Karya Mahasiswa UM Ini Bisa Dekatkan Masyarakat dengan Budaya Indonesia

MALANGTIMES - Tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan seni dan budaya yang beraneka ragam. Maka pantas jika Indonesia disebut sebagai negara budaya.

Setiap daerah yang ada di setiap pulau memiliki keunikan budaya tersendiri yang secara turun temurun diwariskankan dari generasi ke generasi. Budaya-budaya tersebut contohnya Karapan Sapi dari Madura, Reok dari Ponorogo, Ondel-ondel dari Betawi, Ludruk dari Jawa Timur, Wayang dari Jawa Tengah, dan masih banyak lagi.

Semuanya merupakan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia dan sudah sepantasnya kekayaan itu dijaga kelestariannya.

Akan tetapi, saat ini adalah era globalisasi. Kita telah mendapat kemudahan dalam berkomunikasi lantaran adanya kemajuan teknologi informasi. Gadget sudah lumrah dipergunakan masyarakat, bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan.

Nah, adanya globalisasi dan kemajuan teknologi ini menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah. Terjadi penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa, hilangnya kepercayaan diri, gaya hidup yang kebarat-baratan, dan hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong.

Hal-hal tersebut terjadi karena tergerus oleh perkembangan teknologi dan informasi yang canggih. Nah, karena inilah 5 mahasiswa dari Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) menggagas inovasi untuk menyelamatkan budaya Indonesia dan mendekatkan kembali budaya Indonesia dengan masyarakat melalui Kamal Ucul.

Lima mahasiswa itu di antaranya Umi Nahdhiah (PGSD FIP 2017), Nindya Seftiana (Pendidikan Luar Sekolah FIP 2017), Hanif Samsu Angga Risky (Pendidikan Teknik Informatika FT 2017), Vina Nur Machabbatulillah (Pendidikan Manajemen FE 2017), dan Kristina Adeliya Putri (PGSD FIP 2017).

“Kami mengolaborasikan teknologi dalam gawai dan gantungan kunci, yang mana keduanya merupakan benda yang dekat dengan sehari-hari,” jelas Nahdhiah selaku Ketua Tim Kamal Ucul.

Menurut Nahdhiah, saat ini hampir semua orang memiliki gadget. Oleh karena itu, kolaborasi antara gantungan kunci yang merupakan benda keseharian dan gadget yang juga dekat dengan kehidupan merupakan strategi dan potensi besar dalam upaya meningkatkan kecintaan sekaligus wawasan terhadap budaya Indonesia.

"Gawai yang notabene dapat menjadi sarana berdampak negatif dapat diarahkan ke hal positif sebagai sarana edukasi budaya Indonesia," tandasnya.

Kamal Ucul sendiri merupakan singkatan dari Key Chain for Smart Learning Our Culture. Tim Kamal Ucul membuat 34 gantungan kunci sesuai provinsi di Indonesia dengan desain yang berbeda-beda.

Di sisi belakang gantungan kunci tersebut terdapat Quick Response Code (QR Code) yang merupakan kunci untuk mengakses aplikasi edukasi budaya.

"Lewat Quick Response Code, pembeli dapat masuk mengakses aplikasi tersebut untuk belajar dan bermain sesuai dengan provinsi gantungan kuncinya," ungkap Nahdhiah.

Nantinya, pembeli gantungan kunci dapat mengunduh aplikasi ‘Cerdas Budaya Kamal Ucul’ di Playstore dan menggunakannya di gawai.

Untuk diketahui, gantungan kunci Kamal Ucul akan diperkenalkan secara luas melalui akun instagram @ganci_kamalucul dan nantinya juga akan dipasarkan di sekolah, toko oleh-oleh, dan berbagai market place untuk menggaungkan budaya Indonesia.

Top