Ratusan tersangka saat sesi rilis hasil tangkapan Operasi Pekat Semeru 2019, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito/ MalangTIMES)

Ratusan tersangka saat sesi rilis hasil tangkapan Operasi Pekat Semeru 2019, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Momen bulan Ramadan, tidak membuat ratusan pelaku berhenti melancarkan aksi pelanggaran hukum. Terbukti dalam 12 hari belakangan ini, anggota kepolisian Polres dan Polsek jajaran yang ada di wilayah Hukum Polres Malang, berhasil mengamankan nyaris seribu pelaku, Senin (27/5/2019) siang.

“Dalam Operasi Pekat Semeru 2019 yang berlangsung mulai tanggal 15 hingga 26 Mei kemarin, kami berhasil mengungkap 769 kasus dan mengamankan 947 tersangka,” terang Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, saat ditemui di sela-sela agenda rilis, Senin (27/5/2019) siang.

Sebagi informasi, ratusan tersangka yang diamankan petugas ini, merupakan pelaku yang berasal dari 7 kategori tindak kejahatan. Yakni kasus perjudian, premanisme, miras (minuman keras), prostitusi, handak (bahan peledak), pornografi, dan narkoba. “Dari 769 kasus yang berhasil diungkap, didominasi kasus peredaran miras dan aksi premanisme,” kata anggota polisi yang akrab disapa Ujung ini.

Dari 947 tersangka yang diamankan tersebut, lanjut Ujung, sebanyak 199 tersangka. Perkaranya sudah masuk ke tahap penyidikan. Sedangkan 457 pelaku, sudah ditindak sesuai ketentuan tipiring (tindak pidana ringan). Kemudian sisanya, yakni sebanyak 291 tersangka menjalani pembinaan, sebagai efek jera.

“Jika dibandingkan dengan Operasi Pekat Semeru tahun lalu, di tahun 2019 ini jumlah kasusnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Yakni meningkat sekitar 60 an kasus,” tutup perwira polisi dengan dua melati di bahu ini.

End of content

No more pages to load