Ilustrasi PPDB. (Foto istimewa)
Ilustrasi PPDB. (Foto istimewa)

MALANGTIMES - Ada 5 persyaratan yang sama bagi peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 yang ingin masuk ke SMA/SMK Negeri.

Pertama, peserta didik telah lulus SMP, SMP terbuka, SMPLB dan MTs, memiliki ijazah dan STL/STK atau Surat Keterangan Lulus dari sekolah (disertai nilai ujian nasional) untuk lulusan pada tahun pelajaran 2018/2019 atau sebelumnya.

Kedua, Program Paket B memiliki ijazah dan STL Program Paket B Setara SMP dan lulus pada tahun pelajaran 2018/2019 atau sebelumnya.

Ketiga, berusia maksimal 21 tahun pada saat awal tahun pelajaran 2019/2020 per tanggal 2 Juli 2019.

Keempat, tidak sedang terlibat dalam tindak pidana dan penyalahgunaan narkoba. Dan yang terakhir, juga tidak bertato dan/atau bertindik.

Sementara itu, untuk PPDB SMK, sistem zonasi tidak berlaku. Alasannya, sebab kompetensi keahlian yang dimiliki masing-masing SMK itu berbeda.

Hal ini dinyatakan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Provinsi Jawa Timur Dr. Suhartono, M.Pd saat ditemui di SMK PGRI 3 Malang beberapa waktu yang lalu.

"Jadi memang SMK itu tidak ada zonasi karena banyak karakteristik-karakteristik jurusan yang memang spesifik. Jadi untuk SMK itu tidak bisa kita lakukan zona karena masing-masing lembaga SMK banyak program keahlian. Program keahlian ini disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga memang tidak dilakukan untuk zona di bidang SMK," bebernya.

Meski begitu, ada persyaratan lain untuk PPDB SMK. Peserta didik harus memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifik bidang/program keahlian di sekolah yang dituju.

Pembentukan kelas industri dapat dilakukan setelah pelaksanaan PPDB dan dilakukan di sekolah masing-masing dan tidak boleh menambah pagu.

Dan perlu diketahui, ada dua persyaratan khusus untuk peserta PPDB SMK. Pertama, calon peserta didik tidak boleh buta warna untuk bidang keahlian Teknologi dan Rekayasa serta bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Persyaratan khusus yang kedua, calon peserta didik untuk bidang keahlian Akomodasi Perhotelan, tinggi badan paling rendah 155 cm untuk putri dan paling rendah 160 cm untuk putra.

Perlu diketahui, mulai hari ini, Senin 27 Mei hingga 20 Juni 2019 semua calon peserta didik mengambil PIN (Personal Identification Number) dan penentuan titik rumah dengan aplikasi geolokasi oleh operator dan calon peserta didik di SMA SMK Negeri terdekat. PIN inilah yang nantinya dipergunakan untuk melakukan pendaftaran.

Pengambilan PIN dilakukan di SMA/SMK terdekat dengan menyerahkan fotokopi SHUN atau Surat Katerangan Kelulusan yang dikeluarkan oleh sekolah asal dengan menunjukkan aslinya. Selain itu, calon peserta didik juga menyerahkan fotokopi KK berikut dengan menunjukkan KK aslinya.

Khusus untuk SMK, calon peserta didik juga harus menyerahkan Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/Dokter Pemerintah.

Nantinya, calon peserta didik akan mendapatkan PIN, jarak, dan zona yang sesuai dengan titik rumah.