Rachel Maryam kembali tuai kritik keras atas kicauannya di liminasa. (Ist)
Rachel Maryam kembali tuai kritik keras atas kicauannya di liminasa. (Ist)

MALANGTIMES - Kembali eks artis Rachel Maryam yang kini terlihat istikamah di dunia politik bersama Partai Gerindra menuai kecaman warganet karena kicauannya. Setelah cukup ramai dirinya di lini masa dikecam habis-habisan warganet terkait berbagai blunder kicauannya, lagi-lagi Rachel membuat warganet geleng-geleng kepala atas kicauan terbarunya terkait tagar #BebaskanMustofaNahra yang merupakan bagian dari tim BPN Prabowo-Sandiaga.

Dalam kicauannya, Rachel yang memiliki akun Twitter @cumarachel menuliskan,"Hestek #BebaskanMustofaNahra dan #PidanakanGlennFredly bertahan lama juga ya. Saran saya biar adil, kalau mau dipidanakan, pidanakan keduanya. Kalau mau dibebasin, ya bebasin keduanya. Beres kan." ucapnya.

Baca Juga : Seorang Sahabat Porak-porandakan 70 Ribu Pasukan Persia, Begini Kisahnya

Sontak saja, warganet kembali dibuat gatal jempol tangannya. Narasi Rachel yang berkali-kali blunder di media sosial, misalnya saat mengkritisi Jokowi saat menuliskan kata Kakbah saat umrah selepas masa kampanye. Rachel langsung berkicau menganggap kata "Kakbah" yang dituliskan Jokowi tidak benar. Menurut dia, kata "kabah"-lah yang benar.

Jejak kicauan Rachel lainnya  terkait kerusuhan 22 Mei yang menurut dia  terjadi karena pihak kepolisian  tidak bisa mengayomi para pendemo. 
"Ricuh tidak akan terjadi kalau polisi bisa mengayomi. Masyarakat datang untuk menggunakan hak konstitusinya, menyuarakan pendapatnya dengan berdemonstrasi. Tindakan represif dari kepolisian hanya akan menyebabkan pecahnya bentrokan," tulis @cumarachel. 

Sama, kicauannya itu membuat warganet berbondong-bondong mengerubuti akun sang pemain film Arisan ini. Bahkan artis yang juga ikut dalam kontestasi Pemilu 2019 dari PDI-Perjuangan Kirana Larasati memberikan pernyataannya kepada Rachel. "Menyuarakan pendapat dengan melempar batu dan molotov? Anda ini naif atau bodoh? 
Bodoh kombinasi jahat itu sungguh sebuah malapetaka. Saya kira dia kombinasi itu," kata Kirana Larasati melalui akun Twitter-nya @_kiranalara.

Belum reda berbagai tanggapan warganet terhadap berbagai kicauan itu, Rachel juga bersuara atas penangkapan kepolisian kepada Mustofa Nahra yang kini telah menjadi tersangka penyebaran hoax serta di lini masa menjadi trending topic dengan 82,5 ribu cuitan. Salah satunya disumbang Rachel yang merupakan bagian dalam gerbong BPN Prabowo-Sandi.

Rachel menganggap bahwa kasus karibnya, Mustofa, harusnya juga berlaku sama dengan kicauan Glenn Fredly. "Saran saya biar adil, kalau mau dipidanakan, pidanakan keduanya. Kalau mau dibebasin, ya bebasin keduanya. Beres kan," cuitnya ringan.

Seperti diketahui, musisi Glenn Fredly sempat bereaksi dengan terjadinya kericuhan demo 22 Mei. Melalui akun Instagramnya, Glenn menulis, "Shame on you Prabowo & Sandy! Kalian bukan pemimpin, kalian pengadu domba bangsamu sendiri!". 

Baca Juga : Najwa Shihab Kritik Menteri Yasona Soal Wacana Pembebasan Napi Koruptor, "Mba Nana" Ramai di Twitter

Kalimat itulah yang dianggap menghina paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Rachel pun beranggapan demikian, sehingga menjadikan pembanding setara antara kasus hoax Mustoffa terkait video penganiayaan seorang warga oleh Brimob dengan yang dituliskan Glenn dan sempat dihapusnya sendiri.

@aliikkk_ membalas kicauan @cumarachel. ""Beres kan." ck ck ck anggota DPR dengan tingkat intelejensia setara dengan tanaman suplir Imbisil," tulisnya.

Warganet lainnya juga menyampaikan perbandingan yang dipakai Rachel tidak tepat. @BambangSetyadii  misalnya. "Glen menghina politikus paling cuma beliau yg sakit hati.. Tofa membuat narasi Provokasi tidak sesuai fakta berdampaknya luas pada  masyarakat," ujarnya.

Hal sama disampaikan juga oleh @theo_putraaa. "Bedanya Tofa dan Glenn.. Tofa pernah menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi hasutan dan menyebarkan berita bohong dihadapan Polri..Skrg ngulangin lagi, ya salah e dewe..
Glenn? Bukan hoaks, bukan hasutan.. Ya emang itu kenyataanya," ujarnya.