Petugas saat mengevakuasi mayat yang ditemukan di kawasan sungai Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir. (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas saat mengevakuasi mayat yang ditemukan di kawasan sungai Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir. (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus penemuan mayat kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Kali ini giliran warga Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, yang dibuat gempar karena penemuan mayat yang terkapar di pinggir sungai, Minggu (26/5/2019) siang.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, mayat itu berjenis kelamin laki-laki. “Identitas mayat belum diketahui secara pasti. Diperkirakan usianya sekitar 45 tahun,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang Mudji Utomo.

Diperoleh keterangan, kasus penemuan mayat ini diketahui pertama oleh Kusnan (47), Amin (35), Suwartoyo (35), dan Kadam, 50. Keempat saksi ini merupakan warga Dusun Genderan. "Mereka semula hendak berburu tupai di sekitar kawasan sungai. Setibanya di lokasi kejadian, saksi menemukan mayat tergeletak di pinggir sungai,” sambung Utomo.

Ketika pertama ditemukan, kondisi mayat sangat mengenaskan. Selain sudah membusuk serta bagian wajah dan tubuhnya hancur, bagian tangan sebelah kanan mayat juga putus. “Posisi tubuh mayat dengan tangan yang terputus terpisah sekitar 10 meter,” terang Utomo.

Merasa ketakutan, keempat orang itu melaporkan ke perangkat desa setempat sebelum akhirnya dilanjutkan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, petugas gabungan dari Mapolsek Wagir serta PMI Kabupaten Malang dikerahkan ke lokasi kejadian.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Dengan dibantu warga, petugas gabungan berupaya mengevakuasi mayat yang ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga tersebut. “Kasus ini masih dalam proses penyidikan, termasuk memastikan penyebab kematian serta identitas mayat,” kata Kanit Reskrim Polsek Wagir Aiptu Gatot.

Mayat langsung dilarikan ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang guna kepentingan penyidikan. “Jika melihat kondisinya, diduga korban sudah meninggal sekitar 3 minggu sebelum diketemukan,” ungkap Gatot.

Dugaan tersebut dikuatkan dengan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) yang dilakukan petugas saat pertama ditemukan kondisi tubuh mayat sudah membusuk. Bahkan sebagian organnya sudah tampak kerangkanya. “Diperkirakan korban sempat hanyut terbawa aliran sungai karena tidak ada masyarakat sekitar penemuan mayat yang mengenali dan melihat warganya yang beraktivitas di sekitar sungai,” ujar Gatot.