Tak Pernah Absen di Saat Lebaran, Ternyata Asal Kue Kastengels dan Nastar dari Luar Indonesia

Jun 04, 2019 18:54
Ilustrasi kue lebaran Kastengels dan Nastar (Foto: Istimew)
Ilustrasi kue lebaran Kastengels dan Nastar (Foto: Istimew)

MALANGTIMES - Hari lebaran, identik dengan beragam jajanan. Di antara banyaknya kue lebaran, pasti ada dua kue yang hampir tidak pernah absen menjamu para tamu. Apalagi kalau bukan kue Kastengels dan Nastar. Menyambut perayaan Idul Fitri seolah kurang lengkap tanpa hadirnya kedua kue ini.

Tapi, tahukah anda asal usul kue kering yang selalu jadi favorite di hari lebaran ini?

Kastengels

Kue bertabur parutan keju ini tercipta dari resep asli khas negara Belanda. Kastengels bernama asli kaasstengels yang berasal dari kata kaas (keju) dan stengels (batangan), secara etimologi berarti kue keju batangan.

Di sisi lain, Kaasstengels diartikan pula sebagai jari (tengels) dan keju (kaas) atau camilan berbentuk”jari-jari keju”.

Di negara Kincir Angin tersebut, Kaastengels berukuran lebih panjang yaitu mencapai 30 cm jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia yang seukuran panjang jari sekitar 5 cm. Kaastengels Belanda biasanya disajikan dengan semangkuk kecil saus sambal pedas. Tapi di Indonesia cukup dinikmati secara langsung, rasa gurih dan asinnya keju ini yang bikin kangen suasana lebaran.

Nastar

Dikenal sejak zaman kolonial Belanda, kue kering dengan isian selai nanas ini sudah menjadi kue wajib saat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Di negara lain, seperti Malaysia, Singapore, Taiwan, dan Australia, kue nastar dikenal dengan nama pineapple cake atau pineapple pastry yang menggunakan selai nanas sebagai isiannya. Kue ini juga punya nama internasional yaitu, Pineapple tarts (nanas tart).

Tak hanya muncul saat lebaran saja, saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru Cina (Imlek) kue ini menjadi kue yang wajib disajikan.

Topik
MalangBerita MalangKue KastengelsKue Nastarkue lebaranlebaran 2019
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru