Suasana meriah Safari Pekan Islami XIII PT ACA di Pondok Pesantren Nusantara, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana meriah Safari Pekan Islami XIII PT ACA di Pondok Pesantren Nusantara, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang menjadi lokasi pertama rangkaian Safari Pekan Islami XIII PT Anugerah Citra Abadi (ACA), hari ini (25/4/2019). 

Di sela rangkaian acara santunan rutin itu, Komisaris Utama PT ACA Iwan Kurniawan menyempatkan diri mengunjungi Pondok Pesantren Nusantara di Desa Gedangan. Para santri pun antusias menyambut kedatangan Iwan yang didampingi Muspika Gedangan, Direktur Utama PT ACA Bambang Judo Utomo dan Kepala Desa Gedangan Hendik.

Para santri laki-laki dan perempuan yang berkumpul di aula awalnya malu-malu saat Iwan Kurniawan mengajak mengobrol. Ingin suasana cair, Iwan pun langsung mengadakan kuis berhadiah mainan dan peralatan sekolah.

 "Ayo, siapa yang mau hadiah. Siapa yang hafal Surat Al Fatihah," ujar Iwan. Enam santi putra dan putri yang berusia sekitar sekolah dasar pun lantas membaca Ummul Kitab tersebut bersama-sama.

Melihat teman-temannya mendapat mainan mobil-mobilan dan peralatan sekolah, satri lain pun lantas berebut untuk ikut kuis. Saat Iwan bertanya siapa yang hafal surat-surat pendek di Alquran, puluhan tangan-tangan langsung mengacungkan jari. Bahkan mereka berebut untuk maju ke samping Iwan.

 "Anak-anak, jangan lupa selalu berdoa ya. Tolong juga keluarga saya didoakan," tutur Iwan.

Pengurus Pondok Pesantren Nusantara, Ahmad Budholi mengungkapkan terima kasih atas kunjungan sekaligus santunan yang diberikan pada para santri. "Di sini ada sekitar 130 santri dari kampung dan 50-an anak yang menetap. Memang baru sedikit, karena keterbatasan tempat," ujarnya. 

Di desa tersebut, lanjut Ahmad, jumlah pondok pesantren memang cukup terbatas. Dengan fasilitas sederhana, setiap hari anak-anak belajar baca-tulis Alquran dan ilmu-ilmu agama.

"Baru empat tahun ini merintis. Namanya di desa, Alhamdulillah ada yang mau ngaji. Di sini pokoknya ada biaya makan, kalau ngajinya ya tidak bayar. Sumbangannya Rp 250 ribu sebulan per santri untuk makan tiga kali dan lain-lain," paparnya. Dia pun berharap, kunjungan Iwan Kurniawan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak agar berani menggapai cita-cita untuk sukses dan tidak lupa selalu berderma.