Ilustrasi petugas saat mengevakuasi korban kecelakaan menggunakan mobil ambulance, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Ilustrasi petugas saat mengevakuasi korban kecelakaan menggunakan mobil ambulance, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Banyak nyawa melayang akibat kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang. Jumlahnya mencapai puluhan. Terhitung sejak Januari 2019 hingga April 2019, sebanyak 69 nyawa melayang akibat kecelakaan. “Berdasarkan catatan Laka Lantas Polres Malang, sepanjang bulan Januari hingga April 2019, terdapat 69 nyawa meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan maut,” kata Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto kepada malangtimes.com.

Jika melihat data yang ada, jumlah kecelakaan maut paling marak terjadi di sepanjang bulan april lalu. Yakni sebanyak 23 jiwa melayang. Sedangkan di bulan Februari dan Maret, masing-masing dikabarkan ada 12 jiwa meninggal dunia akibat terlibat kecelakaan. Terakhir, di bulan Januari silam, sedikitnya ada 22 jiwa yang dikabarkan tewas usai mengalami kecelakaan maut. 

“Faktor yang menyebabkan orang meninggal akibat kecelakaan, selain tidak mematuhi peraturan juga karena memaksa berkendara meski kondisi tubuh sudah lelah dan mengantuk,” terang Agus.

Berdasarkan catatan kepolisian, sebaran lokasi kecelakaan maut itu terbanyak di 6 Kecamatan di Kabupaten Malang. "Enam kecamatan itu adalah Singosari, Lawang, Kepanjen, Pakisaji, Bululawang, dan Turen,” sambung Agus.

Penjelasannya, lanjut Agus, jalan penghubung dari Lawang menuju Singosari selalu menjadi daerah paling padat kendaraan. Hal inilah yang memicu kemacetan panjang, dan berdampak kecelakaan.

Sedangkan di wilayah ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Pakisaji ke Kepanjen. Medannya didominasi jalan lurus dan panjang, faktor itulah yang membuat pengguna jalan teledor sehingga memicu kecelakaan maut.

Sama halnya dengan yang terjadi di wilayah Bululawang dan Turen. Kawasan jalan yang panjang serta didominasi kendaraan R6 (bus, truk, dan kendaraan muatan), memicu kemacetan yang berdampak pengguna jalan menggeber kecepatan kendaraan mereka, saat jalan sedikit lengang. Padahal, lantaran macet bisa saja kendaraan yang ada di depan pengguna jalan, tiba-tiba berhenti mendadak. Dampaknya kecelakaan maut pun tak bisa dihindarkan.

“Saya menghimbau kepada pengendara R2 (sepeda motor), senantiasa kenakan helm SNI (Standart Nasional Indonesia). Sebab, dari data yang ada, pengendara R2 selalu mendominasi jumlah pengendara yang meninggal dunia akibat kecelakaan,” tutup Agus.

End of content

No more pages to load