Ilustrasi kendaraan yang dievakuasi paska terlibat kecelakaan, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Ilustrasi kendaraan yang dievakuasi paska terlibat kecelakaan, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Insiden kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang cukup tinggi. Terhitung sejak awal tahun 2019, insiden kecelakaan di wilayah hukum Polres Malang, lebih dari 200 kasus. “Berdasarkan catatan yang kami himpun, di awal tahun 2019. Peristiwa kecelakaan di Kabupaten Malang terjadi sebanyak 261 peristiwa,” kata Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto kepada malangtimes.com.

Dari jumlah tersebut, lanjut Agus, bulan Januari menjadi saat dimana insiden kecelakaan paling banyak terjadi, yakni dengan 80 kejadian. Sedangkan di bulan februari hanya 53 kejadian, maret 59 insiden, dan bulan april sebanyak 70 insiden kecelakaan. “Jika dirata-rata kecelakaan kebanyakan menimpa para pengguna R2 (Sepeda Motor). Prosentasenya melebihi 75 persen, dari seluruh insiden kecelakaan yang kami tangani,” sambung Agus kepada MalangTIMES.com.

Jika ditelisik lebih dalam, ruas jalan yang ada di Kecamatan Lawang dan Singosari menjadi wilayah paling marak terjadi kecelakaan. “Disana (wilayah Singosari-Lawang) jalan menuju Malang didominasi oleh medan jalan lurus dan panjang. Sayangnya, sebagian banyak yang bergelombang, sehingga memicu kecelakaan,” terang Agus.

Berdasarkan catatan Laka Lantas Polres Malang, ruas jalan paling marak kecelakaan terjadi di kawasan Jalan Raya Thamrin, Kecamatan Lawang. Tepatnya di kilometer 70-71. “Jalan yang lurus membuat pengendara melaju lebih kencang. Namun jalan yang bergelombang, sering membuat pengguna jalan tiba-tiba oleng dan menyebabkan kecelakaan,” ungkap Agus.

Ketika ditanyakan terkait momen lebaran, Agus mengungkapkan jika potensi kecelakaan bisa saja mengalami peningkatan. Sebab, banyak wisatawan dari luar kota yang memilih berlibur ke kawasan Malang Raya. Dampaknya, kemacetan panjang bakal terjadi. Terutama di pintu exit (keluar) tol Mapan (Malang-Pandaan). Hal inilah yang menjadi salah satu faktor, jumlah kecelakaan dikhawatirkan mengalami peningkatan selama menjelang maupun sesudah lebaran.

“Di sepanjang tol, semua ruas jalan masuk kategori rawan. Jalan lurus dan bebas hambatan, membuat pengemudi terlena dan tidak memperhatikan kecepatan kendaraan yang dapat berpotensi kecelakaan,” ujar Agus.

Dalam kesempatan Agus juga mengimbau kepada pengguna jalan, agar selalu waspada. "Patuhi seluruh peraturan lalu lintas, dan taati rambu-rambu yang ada, jika tidak mau jadi korban selanjutnya,” imbau Agus.

End of content

No more pages to load