MALANGTIMES - Sejak awal tahun 2019, jajaran kepolisian Polres Malang sepertinya tidak bisa beristirahat dengan tenang. Bagaimana tidak, hingga saat ini, anggota korps berseragam coklat tersebut, disibukkan dengan ratusan laporan kriminal yang ditanganinya.

“Berdasarkan catatan terbaru yang kami himpun, sejak awal tahun 2019 lalu Polres Malang sudah menangani 950 laporan tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Malang,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah kepada malangtimes.com.

Dari jumlah tersebut, pada bulan April terhitung paling banyak adanya laporan. Pada saat itu, Polres Malang menangani sebanyak 308 kasus. Sedangkan di bulan maret hanya 181 kasus, februari 258 kasus, dan januari 203 kasus. “Dari 950 kasus, sebanyak 521 di antaranya sudah berhasil diungkap Polres Malang,” sambung perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini.

Bercermin dari fakta tersebut, Polres Malang sudah berancang-ancang untuk meminimalisir adanya tindak kriminal saat menjelang dan pascalebaran. “Guna mengamankan bulan ramadan hingga lebaran, kami sudah menginstruksikan kepada 800 personel untuk melakukan penjagaan dan pegawasan guna mengantisipasi tindak kejahatan,” terang Ainun.

Pihaknya menambahkan, saat memasuki lebaran angka kriminal bisa saja mengalami peningkatan yang signifikan. Penyebabnya, jumlah kebutuhan yang meningkat namun tidak diimbangi dengan kemampuan daya beli akhirnya membuat sebagian masyarakat akhirnya nekat berbuat kejahatan.

Sasarannya cukup variatif, selain menyasar rumah kosong yang ditinggal mudik, pelaku biasanya juga menyasar minimarket yang buka 24 jam per hari. Selain itu, momen mudik juga dikhawatirkan bisa menjadi sarana bagi para copet untuk beraksi di terminal, stasiun dan bandara.

“Kami sudah melakukan pemetaan terkait daerah yang rawan, biasanya pencurian di minimarket dan rumah penduduk marak terjadi di daerah pinggiran. Sedangkan pencopetan, biasanya menyasar para pemudik. Untuk itu, ratusan personel yang kami siagakan bakal memantau selama 24 jam guna mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi,” tutup mantan Kasat Binmas Polres Malang ini.