Salah satu jajanan PKL yang sedang diuji petugas di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Salah satu jajanan PKL yang sedang diuji petugas di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Jumlah wisatawan diprediksi  mengalami lonjakan saat libur Lebaran mendatang. Makanan dan minuman pun menjadi perhatian oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu agar wisatawan nyaman saat menyantap  kuliner di area Alun-Alun Kota Batu. 

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Batu menggelar operasi pemeriksaan makanan dan minuman (mamin) buatan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Kota Batu. Untuk menguji makanan itu, perugas Dinkes mengambil beberapa contoh makanan. 

Contoh makanan yang diuji misalnya yang memiliki warna mencolok dibandingkan dengam mamin lainnya. Untuk mengetahui apakah jajanan rakyat tersebut mengandung pewarna berlebih atau bahan berbahaya lainnya.

“Pemeriksaan ini seperti mamin yang punya warna mencolok kami lihat apakah mengandung bahan pewarna berlebihan atau barang berbahaya lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari.

Pemeriksaan mamin ini dilaksanakan oleh tim terpadu. Mereka terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi Unit Mikro dan Perdagangan, Satpol PP, Dinas Komunikasi dan Informatika.

Pengujian itu dilakukan dengan memeriksa  fisik makanan secara kasat mata. Juga pemeriksaan makanan cepat dengan menggunakan perlengkapan rapid test.

Lewat peralatan itu, petugas bisa mengetahui kandungan makanan. Apakah masih menggunakan bahan berbahaya seperti boraks atau formalin.

“Sampai sekarang, kami  belum menemukan makanan dengan bahan yang berbahaya. Jika menemukan, tindakan kami adalah pembinaan terhadap pedagang," ucap  dokter gigi ini. 

End of content

No more pages to load