Screenshot video. (istimewa)

Screenshot video. (istimewa)



MALANGTIMES - Kericuhan di Jakarta pasca pengumuman pemenang dalam pemilihan presiden oleh KPU terpantau tak terkendali. Bahkan, hingga pagi hari pukul 05.49 WIB, pertempuran masih berlangsung. Hal ini terlihat dalam salah satu video yang beredar.

 

 

Suara tembakan tak henti terdengar. Terlihat aparat menembaki massa. Perekam video terdengar mengutuki aparat dan melaporkan bahwa saat itu pukul 05.49 WIB.

"Suasana pertempuran saat ini jam 05.49. Polisi mulai menembak nembak lagi. Biadab kalian polisi!" ujarnya.

"Tadi katanya mau negosiasi, tapi ternyata begini lagi," imbuhnya.

Dalam video lainnya terlihat aparat memasuki gang-gang pemukiman warga yang tak mengikuti aksi. Tembakan meluncur dari senjata mereka.

 

 

"Stop! stop! Rakyat, stop!" ucap mereka kepada para aparat.

Ketegangan juga melebar di gang lain di salah satu pemukiman warga.

"Keluar! Keluar!" ujar warga mengusir entah massa atau aparat.

 

 

Sementara itu, satu pelaku aksi terlihat terluka. Mulutnya mengeluarkan darah. Terdengar salah seorang berkata, "Astaghfirullahaladzim. Ini kawan-kawan kita."

 

 

Perekam video pun terdengar mengutuki para aparat dengan kata-kata umpatan.

"Ini gara-gara rezim an**ng! Ini Brimob an**ng! Ini Brimob yang menghancurkan mereka. Astaghfirullah Anda semua, Astagfirullah. Kawan-kawan kita habis dibantai asrama Brimob. Takbir!" serunya.

Kemudian terlihat korban terluka lain yang dibopong oleh beberapa orang.

"Coba semua kirim pasukan ke pertempuran sekarang juga," imbuhnya.

Dua korban lain yang juga terluka terlihat pada video yang direkam di dalam mobil. Dua orang tersebut terlihat terluka di paha dan dada kanan.

 

 

Sementara itu, bukan lagi dalam lokasi pertempuran, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyalahkan aparat kepolisian atas terjadinya kericuhan dalam aksi demonstrasi massa aksi 22 Mei tersebut. Hal ini terekam dalam satu video yang diunggahnya dalam akun Instagram pribadinya.

 

 

"Saudara-saudaraku, saya menangis, saya betul-betul sedih tapi juga marah bahwa polisi-polisi saya kira yang berbau PKI telah menembaki umat Islam secara ugal-ugalan," ujarnya.

Mengatasnamakan umat Islam, Amien meminta pertanggungjawaban aparat kepolisian atas meninggalnya massa. 

"Saya atas nama umat Islam minta pertanggungjawaban. Jangan buat marah umat Islam," tandasnya.

End of content

No more pages to load