MALANGTIMES - Lebaran memang menjadi moment bagi masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Selain itu, libur panjang yang terjadi saat menjelang dan setelah Lebaran juga menjadi waktu yang tepat untuk bergembira bersama sanak keluarga. Hal inilah yang mendasari Polres Malang, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan karena banyaknya arus kendaraan pada momen Lebaran.

”Saat memasuki Lebaran, biasanya banyak wisatawan yang berlibur ke Kota Malang dan Batu. Hanya saja, Kabupaten Malang menjadi rute yang dilalui oleh pengguna jalan. Hal inilah yang menyebabkan potensi kemacetan harus segera diantisipasi,” kata Kasatlantas Polres Malang AKP William Thamrin Simatupang.

Membahas soal kemacetan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Malang, ruas jalan yang ada di wilayah Kecamatan Lawang dan Singosari memang menjadi daerah yang paling rawan terjadi penumpukan kendaraan. Terutama di kawasan sekitar exit tol di Karanglo, Singosari.

“Kepadatan arus kendaraan yang terjadi di pintu keluar tol ini dikarenakan masih belum rampungnya pembangunan proyek underpass,” sambung William kepada MalangTIMES.com.

Meski beberapa waktu lalu proyek underpass sudah pernah diuji coba, masih satu lajur saja yang sudah rampung. Yakni di perlintasan sisi barat. Sedangkan  lajur timur terpantau masih dilakukan pengerjaan. Maka dari itu, perlu diberlakukan beberapa kebijakan guna menyisiasati kemacetan lalu lintas. 

“Biasanya saat pagi hari kendaraan dari arah utara (Surabaya-Malang)​ volumenya tinggi. Jadi, bakal difungsionalkan dari arah selatan dengan sistim satu jalur. Namun,  siang di atas pukul 12.00, nantinya bakal kami balik, yakni dari arah selatan (Malang) menuju ke Surabaya," terang William.

Perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini menambahkan, beroperasinya tol Mapan (Malang-Pandaan) yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 13 Mei lalu memang berdampak signifikan guna memecah kepadatan kendaraan. Terutama arus lalu lintas di jalan arteri yang menghubungkan arah Malang ke Surabaya. Saat ini jalur arteri sudah menjadi lebih lenggang jika dibandingkan dengan sebelum dioprasionalkannya tol Mapan.

Kendati demikian, bukan berarti kemacetan tidak akan terjadi saat menjelang maupun pasca-Lebaran. Sebab, dari catatan setiap tahunnya, kemacetan selalu terjadi saat memasuki libur panjang Lebaran. 

“Potensi kemacetan dikarenakan Kota Malang dan Batu selalu menjadi jujukan wisatawan saat Lebaran. Sebab, di sana (Kota Malang dan Batu) memang menjadi pusat wisata, kuliner, dan penginapan,” imbuh William.

Terkait hal ini, William memprediksi jika pengoperasian penuh dua jalur underpass bisa diterapkan pada H-7 Lebaran. Jika underpass sudah normal, tentunya bakal berdampak signifikan guna mengurai kemacetan.

Selain itu, Polres Malang bakal menerjunkan personelnya guna melakukan pengamanan saat menjelang dan setelah Lebaran. Yakni melalui agenda Operasi Ketupat yang bakal digelar pada H-7 hingga H+7 Lebaran. “Guna mengurai kemacetan, kami (Polres Malang) juga berkoordinasi dengan polres Jajaran. Termasuk Polres Kota Malang,” tutur William.

Dari hasil koordinasi dan pemetaan yang dilakukan Polres Malang, nantinya bakal menutup dan melakukan penjagaan di beberapa titik u-turn (putar balik) yang ada disepanjang jalan arteri Malang-Surabaya. Sebab, kawasan tersebut menjadi salah satu penyebab kemacetan.

"Sedikitnya ada 19 titik u-turn yang ada di sepanjang jalur arteri yang menghubungkan Malang-Surabaya. Selain itu, perlintasan kereta api juga menjadi pemicu kemacetan. Di sepanjang u-turn dan perlintasan kereta api ini, nantinya bakal dijaga minimal dua personel dari Satlantas Polres Malang," ujar William.