MALANGTIMES - Wacana Bandara Abdulrachman (Abd) Saleh Malang menjadi Bandara Internasional tampaknya bakal segera terwujud. Karena, Presiden RI Joko Widodo telah memberikan lampu hijau untuk perubahan status tersebut.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan jika dirinya bersama dengan kepala daerah Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Gubernur Jatim telah membahas wacana tersebut secara personal dengan Presiden.

"Seusai peresmian tol beberapa waktu yang lalu, kami bertiga dan Bu Gubernur dipanggil Pak Presiden. Ditanya pendapat kami tentang bandara ini," ujar dia.

Terkait percepatan perubahan status itu, menurut dia Presiden juga menanyakan kendala yang menjadikan kawasan Bandara Abd Saleh ini belum bisa segera diubah statusnya itu. Terkhusus mengenai kapasitas runway (lintasan terbang pesawat).

"Beliaunya menanyakan juga kalau ini runway nya kurang berapa. Karena yang ada kan 2,5 kilo meter, itu masih kurang 500 meter," imbuh dia.

Di kesempatan tersebut, pria berkacamata itu juga memberikan penjelasan bahwa keberadaan Bandara Abd Saleh sangat dibutuhkan untuk naik taraf. Apalagi, dengan banyaknya mahasiswa - mahasiswi dari luar pulau ataupun luar negeri yang belajar di wilayah Kota Malang mencapai lebih dari 100 negara.

"Saya katakan, akan amat disayangkan peluang ini ketika tidak menjadi bandara internasional. Negara - negara seperti China, Singapore dan yang lainnya yang mau kesini tidak harus ke Surabaya dulu atau ke Jakarta dulu, apalagi jika penerbangannya sampai malam," paparnya.

Melihat potensi itu, Sutiaji mengaku jika Presiden menyambut positif dan menganggap Malang Raya menjadi bagian yang potensial. Bahkan ia ingin menjadikan Malang Raya menjadi percontohan bagi kota lainnya.

"Pak Jokowi menganggap bahwa di sini sangat potensial. Dan beliau juga ingin mengambil Malang Raya ini sebagai percontohan kota - kota lain untuk bersatu. Yakni bagaimana tiga kepala daerah menjadi satu dengan satu tujuan ini," pungkas dia.