MALANGTIMES - Turunnya pohon apel yang produktif bukan hanya menjadi problematika petani, melainkan juga Pemerintah Kota Batu yang menjadikan apel sebagai ikoniknya.

Untuk mempertahankan produktivitas pohon apel, Dinas Pertanian Pemkot Batu tahun ini menggelontorkan pupuk organik untuk revitalisasi lahan sejumlah Rp 345 juta.

“Anggaran yang kami gelontorkan senilai Rp 345 juta itu untuk pupuk sebanyak 36 ton. Jumlah ini masih belum cukup menurut kami,” kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kota Batu, Yayat Supriatna.

Ia menjelaskan, seberat 36 ton pupuk itu memang dirasa belum mencukupi dengan luasan lahan kebun apel. Lantara keterbatasan anggaran sehingga hanya bisa menggelontorkan jumlah tersebut.

“Hingga saat ini Kota Batu memiliki total luas lahan pertanian apel sekitar 1800-2000 hektar. Dengan setiap hektar lahan memiliki 1200 pohon. Setiap pohon membutuhkan 60 Kg per tahun,” imbuhnya.

Saat ini bantuan pupuk senilai R 345 juta sedang dalam tahap lelang. Sehingga pada triwulan kedua bisa mulai diberikan kepada petani.

Bantuan pupuk organik akan dibagi ke Gapoktan di 24 desa/kelurahan yang kemudian oleh Gapoktan dibagi kepada kelompok tani. “Setelah diberikan kepada gapoktan nanti akan didistribusikan kepala kelompok tani dan ke petani,” jelas Yayat.

Menurutnya bantuan pupuk organik tahun lalu anggarannya memang jauh lebih besar. Yakni Rp 500 juta. Penurunan anggaran tersebut dikarenakan bantuan dibagi dengan komoditas pertanian lainnya. 

“Mau bagaimana lagi, kita harus membaginya dengan pertanian yang lain,” tutupnya.