Salah satu kelinci hibrida yang dikembangkan di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu kelinci hibrida yang dikembangkan di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Permintaan daging kelinci Kota Batu tidak pernah surut. Bahkan peminat daging ini selain luar kota, ternyata juga dari luar negeri.

Peminat daging kelinci dari luar negeri itu yakni Taiwan. Lantaran keterbatasan pemenuhan jumlah daging sehingga peternak Kota Batu tidak menyanggupi ekspor daging.

“Sebetulnya permintaan daging ke luar kota banyak sekali. Tetapi hal itu tidak bisa dipenuhi, karena Kota Batu sendiri masih membutuhkan pasokan daging dari luar kota,” kata peternak kelici Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Mashuri.

“Kemarin saja ada tawaran juga diminta untuk ekspor ke Taiwan, tapi kami masih belum mampu memenuhi produksinya. Di luar kota sendiri saja kita kebingungan,” imbuhnya.

Ia menambahkan dengan ekspor daging kelinci ke Taiwan tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Meskipun saat ini belum bisa, namun diperkirakan lima tahun mendatang dapat merealisasikannya.

“Ya target kami lima tahun mendatang bisa memenuhi permintaan konsumen. Dengan jumlah yang banyak,” tambah Mashuri.

Menurutnya alasan konsumen banyak yang tertarik mengonsumsi daging kelinci Kota Batu karena teksturnya sangat lembut. Lalu ketika kelinci usia muda rasanya lebih manis.

Apalagi peminat daging kelinci ini didominasi orang lanjut usia. Mereka merasa cocok karena daging kelinci di Batu memang halus.

Tidak heran jika permintaan kelinci Kota Batu bisa mencapai 30 kilogram per hari. Sedangkan 30 kilogram daging tersebut sama dengan 12 kelinci hibrida.