MALANGTIMES - Pendapatan pas-pasan, membuat seorang remaja yang diketahui bernama MAK (inisial) warga Desa/Kecamatan Ngajum, nekat mencari pendapatan tambahan dengan cara mencuri.

“Tersangka MAK ini kami amankan setelah kedapatan mencuri sepasang burung parkit. Hingga kini kasusnya masih dalam taham penyidikan dan pengembangan, sebab diduga kuat tersangka sering melancarkan aksi pencurian di berbagai lokasi lainnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi, kepada malangtimes.com, Senin (20/5/2019).

Berdasarkan informasi yanb dihimpun MalangTIMES.com, aksi pencurian yang dilakukan remaja 16 tahun ini, terjadi pada Minggu (19/5/2019) tengah malam. Dengan cara membobol pintu warung milik korban, yang berlokasi di Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen. Usai beraksi, tersangka langsung membawa kabur burung peliharaan beserta sangkarnya.

Guna memuluskan aksinya, hasil curian tersebut dititipkan kepada seorang temannya. Semula upaya tersangka sempat berjalan mulus. Hingga akhirnya orang tua temannya yang curiga, mencecar pertanyaan terhadap MAK.

Terus didesak, tersangka akhirnya mengaku jika burung yang dititipkan didapat dari hasil mencuri. Mengetahui hal ini, saksi beserta warga beerondong-bondong melaporkan tersangka ke Mapolsek Kepanjen.

Berdasarkan hasil pengembangan, tersangka yang kesehariannya bekerja sebagai pengamen jalanan ini, ternyata tidak hanya sekali beraksi. Sebelumya MAK juga sempat membobol sebuah warung yang berlokasi di pinggir Jalan Raya Jalibar, Kecamatan Kepanjen pada beberapa minggu lalu. Sebelum membawa kabur hasil curian, aksi tersangka sempat kepergok warga. Sehingga MAK memilih untuk kabur menyelamatkan diri.

Tidak berselang lama kemudian, remaja belasan tahun ini kembali beraksi dengan mencuri dua buah tabung gas elpiji, yang ada di sebuah warung yang ada di Kecamatan Kepanjen. “Berdasarkan keterangannya, tersangka mengaku menjual tabung hasil curian seharga Rp 160 ribu,” terang Supriyadi.

Di hadapan penyidik, tersangka MAK mengaku terpaksa mencuri. Dia berdalih tidak punya uang sehingga nekat menggasak barang berharga yang ada di warung warga. Hingga akhirnya, pelaku yang diketahui berasal dari keluarga broken home ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di balik jeruji tahanan. “Saya terpaksa mencuri karena pendapatan dari hasil mengamen hanya pas-pasan,” ujar tersangka MAK saat dimintai keterangan penyidik.