Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberikan hadiah kepada salah seorang guru pada acara pembekalan guru di gedung Pertamina SMKN 2 Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberikan hadiah kepada salah seorang guru pada acara pembekalan guru di gedung Pertamina SMKN 2 Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy, penanaman nilai budi pekerti sejak dini itu begitu penting. Termasuk di antaranya adalah menghormati orang tua.

Hal ini disampaikan oleh Muhadjir dalam acara Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pembekalan Metode Pembelajaran Guru Kelas I dan II) Dinas Pendidikan Kota Malang Tahun 2019 beberapa waktu yang lalu di gedung Pertamina SMKN 2 Malang.

Bahkan, lanjutnya, kalau perlu di Malang harus ada doktrin untuk menghormati orang tua. "Ini harus. Kalau perlu di Malang itu harus ada doktrin yang dididik oleh pemerintah, oleh Kepala Dinas, yang harus dibaca oleh anak setiap hari sebelum masuk sekolah mengenai menghormati orang tua, menghormati guru," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Muhadjir, kalau di pondok pesantren, terdapat Ta'limul Muta'alim yang berisi kewajiban murid terhadap guru. Barangkali, lanjutnya, tidak perlu seekstrem Ta'limul Muta'alim. Namun, siswa harus hafal apa yang harus dilakukan kepada guru dan orang tua.

"Tidak perlu seekstrem Atta'ul Mutta'alim. Dan dia harus hafal apa yang harus dilakukan kepada guru, apa yang harus dilakukan terhadap orang tua, dan seterusnya," paparnya.

Untuk diketahui, kitab Ta'limul Muta'alim adalah pedoman hubungan murid dengan guru di pesantren. Sebagian pondok bahkan mewajibkan santrinya untuk menghafal bait-bait kitab ini.

Dalam kitab Ta'limul Muta'allim tersebut, banyak sekali pelajaran yang dapat diambil oleh sang pelajar ataupun pengajar, dari mulai cara belajar sampai adab menuntut ilmu.

Meski tidak perlu seekstrem itu, menurut Muhadjir, etika sangat perlu diajarkan sejak dini. "Moral etika sejak dini mutlak," pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load