MALANGTIMES - Tuhan itu Maha Indah. Dan anak, secara naluriah, secara kodrat, memiliki potensi keindahan. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, potensi keindahan anak ini harus diasah. Sebab, itu merupakan bagian dari pendidikan karakter.

Hal ini sempat dijelaskan Muhadjir dalam acara Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pembekalan Metode Pembelajaran Guru Kelas I dan II) Dinas Pendidikan Kota Malang Tahun 2019 beberapa waktu yang lalu di gedung Pertamina SMKN 2 Malang.

"Estetika itu tidak hanya berarti menari. Menari memang penting, tetapi berperilaku indah itu juga penting," ujarnya.

Nah, apabila keindahan pada anak ini diasah maka akan berimbas juga terhadap yang lain. Salah satunya pada kecerdasan anak. Mengasah potensi keindahan anak ini yakni dengan mendukung anak berkegiatan seni.

"Kan sudah banyak riset anak yang pandai main piano itu biasanya juga punya hubungan tingkat kecerdasan," ucapnya.

Untuk itulah, Muhadjir ingin pengembangan sisi estetik ini dihadirkan di sekolah-sekolah di Kota Malang. Utamanya di jenjang SD. Ia pun meminta agar paling tidak setiap SD di Kota Malang memiliki alat kesenian.

"Saya minta paling tidak SD di Malang harus ada gamelan, harus ada alat kesenian. Anak-anak jangan diabaikan," tegasnya.

Kalau bisa, lanjutnya, setiap zona ada guru seninya. Tidak harus berada di satu sekolah.

"Kalau perlu ada festival antarzona," sambungnya.

Muhadjir kemudian menceritakan betapa pendidikan untuk anak di luar negeri begitu menganggap penting kemampuan berkesenian anak.

"Kalau di luar negeri kan begitu. Anak yang nilai pelajaran pianonya jelek sama orang tuanya dikursuskan. Beda dengan kita kan," ungkapnya.

Sedangkan, di Indonesia lebih menitikberatkan pada masalah membaca, menulis, dan menghitung.

"Kita ini matematika jeblok dikursuskan. Tapi kalau nggak bisa menari nggak papa. Nggak bisa main piano nggak papa," tandasnya.

"Ini keliru. Karena penguatan karakter itu estetika itu penting," imbuhnya kemudian.