MALANGTIMES - Pendaftaran Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) SMP online dilaksanakan mulai hari ini, Senin (20/5) di seluruh SMP negeri di Kota Malang. 

Namun, ada banyak masukan dari masyarakat di media sosial terkait antrean yang panjang. Termasuk persoalan server yang sempat error.

Server error terjadi salah satunya di SMPN 23. Salah satu wali murid mengeluhkannya di media sosial Twitter.

"hari pertama #ppdb #smp #kotamalang sudah ketemu kendala #servererror dimaklumi saja, kayak biasanya. hanya di negeri +62 terjadi setiap tahun kok... @lnfomalang @DisdikMalang @e100ss @jokowi @sutiaji1964 @Sutiaj1," tulis @sugimasihada pada pukul 08.47 WIB.

Kepada MalangTIMES, Sugi menyatakan bahwa antrean sudah memanjang sejak pagi tadi di SMPN 23.

"Ini antrian udah memanjang dari tadi pagi, nunggu input," ujarnya saat dihubungi melalui Direct Message.

Pihak MalangTIMES langsung mengonfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM. Zubaidah yang berhasil ditemui di Gedung Pertamina di sela acara Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pembekalan Metode Pembelajaran Guru Kelas I dan II) Dinas Pendidikan Kota Malang Tahun 2019 yang juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. 

Ia pun mengarahkan MalangTIMES ke Kepala Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Kota Malang Siti Ratna Wati. 

Ditemui di kantor Dinas Pendidikan, Ratna mengarahkan MalangTIMES ke salah satu programmer. 

Dikatakan oleh Programmer PPDB Dinas Pendidikan, Kusmadi, ia akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut.

"Saya kayaknya perlu ke sana, harus dicek dulu," ujarnya.

Kusmadi sendiri mengaku baru saja dari SMPN 13 dan SMPN 25 untuk mengatasi permasalahan server di sana. 

Ia menjelaskan bahwa dirinya harus mengecek satu persatu lantaran karakter operator di setiap sekolah berbeda-beda.

"Karena operator kan beda-beda. Ada yang ngerti, ada yang enggak, ada yang minta diajari, tapi ada juga yang pandai," bebernya.

"Jadi saya harus melihat dulu seperti tadi di SMP 13 tidak bisa, saya datang bisa. SMP 13 bagus. SMP 25 saya datang sudah lancar katanya," imbuhnya.

Selain itu, terkadang ditemukan juga masalah browser yang tidak mumpuni yang harus diupdate.

"Ada masalah browsernya juga. Jadi harus diupdate yang terbaru. Jadi diupdate yang terbaru," terangnya.

Sekali lagi Kusmadi menyatakan dirinya akan mendatangi SMPN 23.

"Iya, datang ke sana. Saya harus menanggapi SMP 5 sama SMP 27 dulu, baru ke sana," ucapnya.

Selanjutnya, pada pukul 11.30, wali murid Sugi menyatakan bahwa data sudah bisa diinput.

"Makasih ya, udah bisa input di SMP 23," ucapnya kepada MalangTIMES.

Sementara itu, antrean panjang juga terjadi di SMPN 21 seperti yang terlihat pada unggahan Eko Iswahyudi di Twitter yang dimention kepada @infomalang.

"@infomalang antri PPDB SMP Negeri 21 Malang Jl. Danau Tigi. Antri panjang 200 m lebih. Apa gak salah kayak gini ini?" tulis @EkoIswahyudi10.