Terkait Buka Bersama Sajikan Miras, Pemkot Malang Panggil Manajemen Oppo

MALANGTIMES - Viralnya acara buka bersama (bukber) dengan minuman keras jenis bir oleh Oppo di Hotel Atria Kota Malang beberapa waktu lalu ditanggapi serius oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Pasalnya, masih banyak berbagai pihak yang menuntut adanya permintaan maaf secara terbuka dari manajemen Oppo.

Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang hari ini (Senin, 20/5) melayangkan surat pemanggilan yang ditujukan kepada manajemen Oppo tersebut.

"Insya Allah tadi minta pak Sekda untuk manggil manajemen Oppo. Suratnya sudah dilayangkan hari ini, kalau hari ini bisa hadir ya terima kasih," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Pemanggilan tersebut rencananya juga akan melibatkan para tokoh di Kota Malang. Sekaligus untuk mengklarifikasi terkait bagaimana minuman keras tersebut bisa menjadi sajian acara buka puasa.

"Karena masih ada Whatsapp yang masuk pada kami, mintanya pihak Oppo minta maaf ferbuka. Nanti kalau bisa saya akan mengundang para tokoh, karena ini kan memantik situasi yang kurang kondusif juga," imbuh dia. 

Lebih lanjut, pria berkacamata ini mengatakan peristiwa di bulan puasa itu telah mencoreng keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama yang telah terjaga.

Apalagi sebelumnya, upaya untuk menghindari terjadinya hal - hal seperti ini juga telah dilakukan oleh pihak Pemkot Malang.

"Upaya sudah kami lakukan, SatpolPP juga terus berkeliling. Surat edaran yang sudah saya antisipasi ternyata kan ini dilakukan. Demonstratif itu ya seperti ini, kecuali dia dalam kondisi tidak berbuka. Tapi ini kan bulan puasa dan semua agama saya kira melarang itu," pungkas dia.

Surat edaran yang dikeluarkan sebelumnya yakni Pengumuman Wali Kota Malang Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Menyambut dan Menghormati bulan suci Ramadan 1440 Hijriah.

Pada poin B disebutkan, Bagi pemeluk agama selain Islam diharapkan;

1. Kesadaran dan kesediaan saling menghormati saudara sebangsa dan setanah air yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan

2. Mengusahakan untuk tidak makan minum serta merokok secara demonstratif baik di warung maupun di tempat lainnya atau perbuatan-perbuatan lain yang dapat mengganggu perasaan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Top