Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Iriantoro di ruang kerjanya. (Nana)
Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Iriantoro di ruang kerjanya. (Nana)

MALANGTIMES - Masih ingat dengan agenda reformasi perizinan yang dicanangkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Malang  tahun 2017 lalu? 

Agenda reformasi yang kini buahnya mulai dipanen oleh DPKPCK Kabupaten Malang dalam melayani secara prima masyarakat terkait berbagai perizinan di wilayahnya. Sehingga, DPMPTSP mewujud sebagai beranda atau halaman muka Kabupaten Malang dalam ikut serta membangun masyarakat di sektor perizinan, khususnya investasi.

Panen dari buah reformasi perizinan tersebut tentunya diiringi dengan kerja keras seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Malang. Proses pengawalan secara langsung oleh Kepala DPMPTSP Iriantoro pun turut serta dalam keberhasilan yang diakui di skala nasional ini.

Iriantoro menyampaikan bahwa perubahan dalam perizinan, khususnya dalam menarik investor masuk ke Kabupaten Malang, adalah harga mati bagi tumbuh kembangnya sektor investasi di wilayah Kabupaten Malang yang memang memiliki beragam potensi besar. 
"Kita punya potensi sangat luar biasa menarik para investor. Karena itu, untuk mengoptimalkan hal itu, maka pintu masuknya adalah pelayanan. Pelayanan yang memberi kemudahan, kecepatan dan profesionalitas seluruh karyawan DPMPTSP Kabupaten Malang," terang Iriantoro.

Tanpa adanya perubahan, lanjut Iriantoro, maka seluruh potensi layak investasi ini akan tetap terbengkalai dan tidak bisa mendorong tumbuhnya perputaran ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Malang. "Hasilnya cukup menggembirakan tahun ini. Nilai investasi naik dalam dua tahun terakhir ini serta diproyeksikan akan terus meningkat sampai akhir tahun," ujarnya.

Lantas seperti apakah agenda reformasi di tubuh DPMPTSP Kabupaten Malang  tahun lalu yang telah mengantarkannya mendapat apresiasi di masyarakat dan pemerintah pusat? Terdapat lima strategi dalam paradigma penanaman modal yang akan menjadi daya tarik investasi yang dua tahun lalu digodok dan diimplementasikan DPMPTSP Kabupaten Malang.

 Lima strategi ini, menurut Iriantoro, adalah deregulasi investasi, penguatan kelembagaan, penyederhanaan kemudahan perizinan, perbaikan pelayanan perizinan dan promosi serta kerjasama investasi.

Racikan strategi ini yang sejak tahun 2018 dimasifkan geraknya untuk menarik investor hingga mereka menanamkan modalnya di berbagai sektor yang ada. Terutama di bidang agro-industri dan pariwisata yang memang sangat potensial dan memiliki return investment yang menarik.

Strategi pertama, dari data DPMPTSP, deregulasi investasi memiliki empat langkah strategis untuk memangkas aturan maupun kebijakan dalam investasi yang membuat investor malas untuk masuk ke Kabupaten Malang. Baik karena faktor ruwetnya perizinan, nihilnya informasi potensi investasi maupun ketidakadaan insentif bagi investor.

Empat langkah dalam strategi ini adalah penyusunan regulasi, role model skematik insentif dan kemudahan, penyusunan peraturan bupati tentang rencana umum penanaman modal (RUPM), dan roadmap implementasinya serta penyusunan perbup pemberian intensif penanaman modal. "Di strategi pertama sudah sebagian berjalan. Misalnya terkait pelayanan izin paralel atau satu paket. Ini ternyata mendapat antusias besar," ujar Iriantoro.

Strategi kedua mengenai penguatan kelembagaan yang sedang terus dilakukan oleh DPMPTSP Kabupaten Malang. Meliputi pembentukan satgas, tata kelola kelembagaan, penataan organ kelembagaan dan SDM serta penataan sarana prasarana layanan perizinan. Di strategi ini sebagian telah dilaksanakan di akhir 2017 dan dimantapkan pada 2018. 

Strategi ketiga dan keempat yaitu penyederhanaan dan perbaikan layanan perizinan serta kelima adalah promosi dan kerjasama investasi.  Strategi itu melibatkan peran aktif DPMPTSP Kabupaten Malang untuk gerilya di dalam tubuhnya sendiri dan luar melalui berbagai promosi. Baik secara langsung dalam berbagai acara temu usaha investasi maupun melalui media sosial dan online. 

"Berbagai strategi ini terus kami kuatkan di tahun ini. Harapan besar kami juga didorong dengan banyaknya pembangunan skala nasional di wilayah Kabupaten Malang, " pungkas Iriantoro.