Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas  (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - PDAM Kota Malang akan memaksimalkan air tanah dengan mengebor empat titik baru. Empat titik baru untuk sumur bor itu adalah kawasan Tlogomas, Betek, Tidar, dan Jl Bulutangkis. Tahun ini, Tlogomas menjadi salah satu titik yang paling diutamakan.

Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas menyampaikan, sampai saat ini total sudah ada delapan titik sumur bor. Ke delapan titik itu adalah Tlogomas, Tidar, Dieng, dan Supit Urang yang masing-masing lokasi memiliki dua titik.

Dengan rencana penambahan itu, maka diharapkan kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi lebih maksimal. "Pengembangan ini untuk optimalisasi dengan penambahan jumlah untuk estimasi 50 ribu SR (sambungan rumah) selama lima tahun. Artinya ada 20 SR setiap tahunnya. Dan Tlogomas tahun ini paling diutamakan karena memang titik utama," katanya.

Muhlas juga menyampaikan bahwa rencana pengeboran sumur baru di daerah Tlogomas itu saat ini sudah dalam tahap detail engineering design (DED). Ditargetkan, dalam tiga bulan ke depan sudah selesai untuk kemudian dilakukan tahap lelang.

Tidak hanya itu. Muhlas juga menyampaikan bahwa PDAM akan membangun sekitar 10 reservoir (bangunan penampungan air yang telah diolah) di beberapa tempat yang strategis dengan memanfaatkan gaya gratifikasi sehingga nantinya dapat menghemat energi dan hemat biaya listrik. Apalagi selama ini, salah satu biaya terbesar yang dibebankan adalah pada biaya listrik. "Pembangunan akan dilakukan secara bertahap," jelasnya.

Lebih jauh Muhlas menyampaikan PDAM Kota Malang saat ini mulai mengkaji kembali pemanfaatan air permukaan. Sebab, seiring bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan air akan semakin tinggi dan itu menuntut PDAM berinovasi untuk tidak terlalu tergantung dengan daerah lain dan lebih mandiri.

"Sudah kami lakukan uji pra-SF di Kali Rolak dan pertemuan Kali wendit dan Jalisari. Akan kami lihat dulu dampak sosial dan ekonominya, untuk kemudian dapat benar-benar terealisasi untuk jangka panjang," pungkasnya. 

 

End of content

No more pages to load