Riadi (baju merah), penjual miras, saat ditindak oleh petugas kepolisian di  Kecamatan Pagelaran. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Riadi (baju merah), penjual miras, saat ditindak oleh petugas kepolisian di Kecamatan Pagelaran. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Minggu (19/5/2019) pagi, personel kepolisian Polsek Pagelaran tampak mengunjungi warung kopi. Bukan untuk membatalkan puasa. Maksud kedatangan anggota korps berseragam cokelat ini yakni untuk memberantas peredaran miras (minuman keras) saat Ramadan.

Dari sebuah bedak warung kopi yang berlokasi di Desa Banjarjo, Kecamatan Pagelaran, polisi mengamankan satu drum miras jenis trobas dari sang pemilik warung bernama Riadi.

“Dari pemilik warung yang tidak mengantongi izin resmi ini, petugas menyita satu jerigen berisi 15 liter trobas yang disita sebagai barang bukti,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, Minggu (19/5/2019).

Diperoleh keterangan, terungkapnya kasus ini bermula dari informasi yang didapat polisi dari masyarakat setempat. Yakni di wilayah Desa Banjarjo,  masih marak ditemukan penjualan miras, saat memasuki bulan Ramadan.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian dari Mapolsek Pagelaran bergegas melakukan penelusuran. Hasilnya, polisi mendapat informasi jika warung milik Riadi, selain menjajakan minuman dan kopi, ternyata juga kedapatan menjual miras jenis trobas.

Ketika digerebek sekitar pukul 10.00 tadi, pelaku Riadi sempat mengelak jika dirinya menjual miras. Namun saat digeledah di dalam warung kopi miliknya, polisi menemukan satu jerigen berisi 15 liter trobas.

Lantan ketangkap tangan, pria  berusia 35 tahun itu hanya bisa pasrah saat barang haram yang dijajakan disita polisi. “Terhadap pelaku sudah kami proses sesuai ketentuan undang-undang tipikor (tindak pidana ringan). Selain itu, pelaku  sudah kami data dan lakukan pembinaan, agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Terutama menjual miras saat ramadan dan hari raya,”  ujar Ainun.