MALANGTIMES - Mengisi waktu luang saat berpuasa tak hanya dilakukan dengan jalan - jalan. Terlebih jika Anda tipe yang lebih menyukai ketenangan.

Ya, di momen Ramadan kali ini, banyak hal yang bisa dilakukan di rumah dengan menonton beragam acara. Namun, jika bosan dengan tayangan televisi menjelang berbuka puasa, kiranya menonton film bisa menjadi pilihan lain.

Beberapa genre film religi ini bisa dipilih untuk mengisi kekosongan waktu sambil menunggu buka puasa. Bahkan, wawasan kita juga bakal bertambah. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Children of Heaven

Di era 90-an, film ini kiranya familiar di telinga Anda. Sebab, film yang digarap oleh sutradara asal Iran Majid Majidi pada tahun 1997 ini mengisahkan drama kehidupan keluarga sederhana yang melibatkan seorang kakak laki-laki dan adik perempuannya.

Suatu ketika, sang adik tengah kehilangan sepatunya. Karena tak ingin melihat adiknya bersedih, sang kakak berupaya melakukan usaha untuk mendapatkan sebuah sepatu bagi adiknya. Salah satunya dengan mengikuti lomba lari.

Film ini mampu menggugah hati penonton untuk masuk ke dalam drama kehidupan keluarga yang mengharukan.

2. The Message

Film besutan sutradara Moustapha Akkad ini berkisah tentang peristiwa penting dalam penyebaran sejarah ajaran Islam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Film ini dirilis sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1976 dengan versi Arab dan 1977 menggunakan versi Inggris. The Message juga masuk dalam nominasi penghargaan untuk kategori Best Original Score di ajang Academy Awards Ke-50.

Di dalamnya menampilkan cerita saat Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah hingga cerita saat Perang Badar dan Uhud. Kisah tersebut diambil menggunakan sudut pandang dari paman serta sahabat-sahabat Rasulullah. Tentunya sangat cocok untuk menambah wawasanmu mengenai Islam saat perjuangan Rasulullah di zaman dahulu ya.

3. Inch' Allah

Film yang dirilis pada tahun 2012 ini merupakan garapan sutradara Anais Barbeau-Lavalette. Bercerita tentang seorang wanita bernama Chloe (Evelyne Brochu) yang bertugas menjadi dokter di wilayah konflik Israel-Palestina.

Penonton akan diajak untuk melihat konflik Israel-Palestina dari kacamata kedua pihak.
Sosok Chloe yang tinggal di wilayah Israel namun bertugas di sebuah klinik di Ramallah, Palestina, itu membuatnya harus bolak-balik di wilayah perbatasan yang rawan konflik.

4. Where Do We Go Now?

Film garapan sutradara wanita Nadine Labaki ini merupakan sebuah drama komedi yang dirilis pada 2011 silam. Mengisahkan  kehidupan di desa terpencil di Lebanon yang berpenduduk Islam dan Kristiani, penonton akan disuguhkan cerita mengenai nilai-nilai toleransi beragama dalam kehidupan.

Ada kesalahpahaman yang akhirnya menjadikan para penduduk terlibat konflik satu sama lain. Dari sinilah cerita bagaimana para wanita desa tanpa memandang latar belakang agama berusaha untuk meredam konflik dan mengembalikan kedamaian di desa mereka dengan saling bekerja sama.

5. Wadjda

Film pertama dari Arab Saudi yang disutradarai oleh seorang perempuan bernama Haifaa Al-Mansour.  Wadjda menceritakan seorang gadis berusia 11 tahun yang ingin memiliki sepeda.

Kala itu Arab Saudi memiliki kebijakan melarang wanita mengendarai sepeda. Namun, demi mewujudkan impian untuk bisa mengendarai sepeda itu, Wadjda mengikuti perlombaan tilawatil Quran.

Film ini akan membawa penonton melihat budaya dan posisi perempuan di Arab Saudi. Betapa ketatnya peraturan bagi seorang perempuan di daerah sana. Tentu ini bisa jadi tontonan yang cocok untuk menemani puasa di bulan Ramadan.