Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Baru-baru ini, ramai kecaman dari masyarakat, utamanya umat Islam, atas beredarnya video yang menggambarkan kegiatan buka bersama (bukber) di Malang yang menyajikan menu minuman beralkohol. Dalam video tersebut, pembawa acara sempat menyebut brand smartphone Oppo dan juga maskot Oppo di panggung acara.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Oppo Malang sendiri juga telah meminta maaf ke publik sebagaimana diterima malangtimes.com melalui surat elektronik (surel) atau email. Dijelaskan dalam surat tersebut, Oppo sangat menyesali terjadinya peristiwa ini yang disebabkan oleh kurangnya sensitivitas dan pemahaman panitia acara terhadap budaya lokal.

Oppo menjelaskan bahwa perusahaan sama sekali tidak bermaksud untuk menyebabkan kegaduhan. Oppo juga meminta maaf kepada pemuka agama Islam.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyangsikan ketidakpahaman pihak Oppo akan tindakannya. Hal ini disampaikannya kepada MalangTIMES saat ditemui di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (18/5). "Saya kok enggak yakin kalau itu tidak disadari, tidak dipahami, tidak dimengerti," ungkapnya.

"Saya mohon lah menghormati yang sedang berpuasa," imbuhnya kemudian.

Dikatakan oleh orang nomor satu di Jawa Timur ini, sebetulnya buka puasa itu dilakukan oleh siapa saja. Buka puasa, menurutnya bisa dilakukan dan diselenggarakan oleh mereka yang sebetulnya tidak melaksanakan ibadah puasa tetapi saling menghormati karena komunitas, kantornya, kolega, dan seterusnya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Oleh karena itu saya mohon kita saling menghormatinya itu secara kaffah, secara keseluruhan, sehingga kita tidak memberikan titik yang menjadi negasi dari seluruh proses yang mestinya kita bangun di bulan Ramadan, apalagi pada saat buka puasa," terangnya.

Sekali lagi ditekankan Khofifah, ia meminta semua pihak untuk saling menghormati dan menghargai, serta menghindari perbuatan yang tidak selayaknya. "Tolong kita saling menghormati, menghargai hal-hal yang memang itu tidak dibenarkan. Saya minta tolong kita menghindarkan itu, menghentikan itu, menjauhi itu," pungkasnya.