Situasi Pasar Besar saat petugas melakukan olah TKP pasca kejadian mutilasi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Situasi Pasar Besar saat petugas melakukan olah TKP pasca kejadian mutilasi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pasca kejadian mutilasi seorang wanita yang dilakukan di Pasar Besar Kota Malang (14/5/2019), Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang lebih memperketat pengaman di Pasar Besar, Kota Malang.

Hal tersebut, ditegaskan oleh Kepada Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto yang kini juga menjadi Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

Wahyu mengatakan, pasca kejadian beberapa waktu lalu, pihaknya langsung memerintahkan petugas terkait untuk melakukan pengaman lebih maksimal lagi.

"Saya sudah perintahkan personel Pengawasan dan Ketertiban (Wastib) Pasar Besar untuk memaksimalkan pengaman," bebernya.

Lanjutnya, bahkan jika diperlukan, mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi, termasuk menghalau anjal maupun gepeng. Pihaknya juga memerintahkan Wastib memeriksa orang-orang dengan gelagat mencurigakan.

"Kalau ada yang membawa barang-barang yang mencurigakan atau gelagatnya mencurigakan saya instruksikan untuk ditanyakan kalau perlu dilihat," jelaPakai.

Sementara itu, situasi Pasar Besar sendiri, aktivitas jual beli para pedagang selesai sekitar pukul 17.00 wib, maka pintu-pintu masuk Pasar Besar akan langsung dilakukan penutupan dan penggembokan.

Dari informasi, pelaku mutilasi mendatangi Pasar Besar bersama korban pada sore hari sebelum pukul 17.00 wib, sehingga dugaan pelaku bisa dengan gampang masuk ke lokasi Pasar Besar.

"Bila aktivitas pasar selesai, pintu-pintu masuk Pasar Besar selalu ditutup dan digembok mas," ujar Wahyu.

Selain itu, pihaknya juga memerintahkan Wastib untuk berkeliling memantau situasi pasar setiap harinya. Hal tersebut tentu bertujuan untuk menghindari adanya hal-hal yang tak diinginkan seperti kejahatan.

End of content

No more pages to load