Pekan Kedua Ramadan, Miras Marak Ditemukan di Tumpang Malang

MALANGTIMES - Samsul Cholik warga Dusun Krajan, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis ini, hanya bisa pasrah saat barang dagangannya diangkut polisi, Jumat (17/5/2019) tengah malam. Pria yang kini berusia 40 tahun itu, harus berurusan dengan pihak penegak hukum, setelah kedapatan menjual miras (minuman keras).

“Dari proses penyidikan, pelaku memang terbukti sebagai penjual miras. Sedikitnya ada 5 botol miras yang kami sita dari tangan tersangka,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Sabtu (18/5/2019).

Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat, jika di wilayah Kecamatan Tumpang, masih marak dijumpai peredaran minuman keras. Mendapat keluhan tersebut, personel Unit Reskrim Polsek Tumpang, bergegas melakukan penelusuran.

Hasilnya diketahui, jika salah satu peredaran miras dijual oleh tersangka Samsul. Tanpa menunggu lama, kemarin (Jumat 18/5/2019) malam. Tepatnya sekitar pukul 21.00. Petugas bergegas menggerebek kios bernama Kenongo milik pelaku Samsul, yang berlokasi di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang.

“Ketika digeledah di kios milik pelaku, selain menjual rokok dan bensin, kios tersebut juga menjajakan miras,” sambung anggota polisi yang akrab disapa Ainun ini.

Kepada MalangTIMES.com, perwira polisi dengan tiga balok di bahu itu menambahkan, jika kasus ini masih dalam tahap pendalaman. Selain menyita barang bukti, pelaku juga ditindak sesuai ketentuan tipiring (Tindak Pidana Ringan). Serta dilakukan pembinaan, agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Ketika diamankan, pelaku mengaku tidak mengantongi izin menjual miras. Pada bulan Ramadan ini, peredaran miras memang marak terjadi. Terkait hal itu, anggota sudah dikerahkan untuk melakukan penyisiran, agar situasi tetap aman dan kondusif,” tutup mantan Kasat Binmas Polres Malang ini.

Top