MALANGTIMES - Acara buka bersama (buber) dengan menyediakan minuman keras jenis bir yang gelar Oppo  di Hotel Atria Kota Malang telah menyulut berbagai sorotan. Termasuk Wali Kota Malang Sutiaji. Wali kota bahkan menuntut penyelenggara kegiatan itu segera meminta maaf kepada umat muslim.

"Panitia harus minta maaf kepada umat Islam," tandasnya kepada MalangTIMES, Jumat (17/5/2019).

Sutiaji  khawatir peristiwa yang sudah viral dan banyak direspons secara nasional itu akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Di sisi lain, dia juga meminta agar masyarakat tetap menahan diri untuk tidak memprovokasi atau terprovokasi. "Jangan sampai terprovokasi. Biarkan pihak berwajib yang bekerja," ucapnya.

Pria berkacamata itu juga menyampaikan jika saat ini sudah ada laporan dari organisasi masyarakat berkaitan dengan peredaran video tersebut. Laporan telah masuk ke Polres Kota Malang dan kini sedang dalam tahap penindakan.

"Polres sudah memanggil pihak Oppo dan juga panitia serta pelapor. Tadi saya sudah konfirmasi itu kepada Pak Kapolres," imbuh suami Widayati Sutiaji itu.

Meski sudah masuk ranah hukum, Sutiaji menjelaskan jika Pemkot Malang akan terus mengawal peristiwa tersebut. Sehingga, ke depan dia berharap masyarakat tetap menjaga keharmonisan yang sudah terjalin dengan saling menghargai antarumat beragama.

"Sekali lagi saya tekankan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tetap saling menjaga perasaan," imbuhnya.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa peredaran minuman keras di Kota Malang terus ditekan. Termasuk  yang masuk ke perhotelan. Sebab, hanya hotel dengan kriteria tertentu saja yang bisa menyediakan minuman keras.

Terlebih di bulan suci Ramadan, sebelumnya juga telah dibuatkan surat edaran untuk menghormati umat muslim dalam berpuasa. Sehingga Sutiaji menekankan agar hotel memantau lebih ketat kegiatan yang dijalankan selama Ramadan. Sebab,  bukan tidak mungkin kegiatan yang terjadi tersebut akan terulang kembali.

"Meskipun kegiatan buka bersama tersebut tak sepenuhnya dihadiri oleh umat muslim yang tengah berpuasa, tapi ini bulan Ramadan. Kami harap hotel lebih ketat lagi," pungkasnya.