Ilustrasi penjualan online dalam sistem Sayurbox. (Ist)
Ilustrasi penjualan online dalam sistem Sayurbox. (Ist)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang sedang getol-getolnya menawarkan berbagai kemudahan kepada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang digelutinya. Pun mengenalkan berbagai temuan maupun aplikasi modern yang mampu membantu usaha masyarakat. Salah satunya adalah sektor pertanian yang merupakan mata pencaharian terbilang  banyak di Kabupaten Malang.

Sayurbox pun diperkenalkan kepada para petani sayur dan buah-buahan di Kabupaten Malang. Sayurbox merupakan aplikasi berbasis android yang diciptakan Amanda Susanti dan Rama Notowidigdo tahun 2016. Tujuannya memangkas mata rantai distribusi dari petani ke konsumen.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

"Ini aplikasi yang sedang kami kenalkan kepada petani sayur pada khususnya. Melalui aplikasi ini, tingginya harga sayur dan buah di tingkat konsumen dirasakan juga petani sebagai produsen," kata Budiar Anwar, kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Jumat (17/05/2019).

Seperti diketahui, banyaknya mata rantai distribusi yang harus  dilalui dari produsen ke konsumen telah menjadi masalah dalam perniagaan produk pertanian. Tingginya harga sayur dan buah di tingkat konsumen kadang tak bisa dirasakan petani sebagai produsen. Sebab, pengepul biasanya mendapat jatah margin yang lebih besar. Sedangkan pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi pasar di luar kewenangannya.

Dari hal itulah, Sayurbox berdiri dan menjadi penghubung petani dengan pembeli rumah tangga atau bisnis. Sistemnya kemitraan petani lokal untuk menjual hasil panen mereka melalui aplikasi Sayurbox. Tujuan utamanya adalah membentuk ekosistem antara petani dan konsumen secara langsung. 

"Dari data yang ada, aplikasi ini terus berkembang dan menguntungkan petani. Transaksi setiap hari lewat Sayurbox bisa mencapai sekitar 10 ton dengan jangkauan operasional di kota-kota besar di Pulau Jawa. Karena itu, kami coba kenalkan di sini," urai Budiar.

Adanya upaya dari DTPHP Kabupaten Malang tersebut mendapat apresiasi Wakil Bupati (Wabup) Malang Sanusi. Dirinya menyampaikan, saatnya para petani untuk menerapkan teknologi digital komunikasi saat ini. "Ini tidak bisa dielakkan bagi yang ingin terus berdiri dan maju di era revolusi 4.0 ini. Begitu pula bagi petani. Pemerintah menargetkan satu juta petani go-online juga," ucap Sanusi.

Terkait Sayurbox, Sanusi pun menyampaikan bahwa itu sangat bisa membantu petani sayur dan buah di Kabupaten Malang. "Ini luar biasa. Petani akan terlindungi dan kesejahteraannya juga akan naik. Sebab, pembeli dan produsen langsung bertransaksi. Saya pikir patut untuk diterapkan di sini," ujarnya.

Sayurbox juga menjadi aplikasi yang akan membantu petani terkait kebutuhan dan harga sayuran dan buah yang sedang dibutuhkan di daerah lain. "Jadi, saat di daerah ada yang kosong dan permintaan tinggi,  petani di daerah lainnya mengetahui dan mampu mencukupi kebutuhan warga di daerah tersebut," ucap Budiar.

Baca Juga : Pemudik yang Terindikasi Covid-19 di Kabupaten Malang Bakal Dibawa ke Safe House

Disinggung terkait kendala di petani sayur Kabupaten Malang saat masuk dalam penjualan online melalui Sayurbox, Sanusi pun tidak menampik hal itu ada dan terjadi. Tantangan terbesar untuk mengembangkan layanan ini adalah meyakinkan petani untuk ikut dalam ekosistem Sayurbox.

 Selain sistem pengepul sudah mengakar sejak lama, kendala lainnya juga karena kesulitan petani dalam menggunakan teknologi dalam transaksi jual-beli. Apalagi, tidak semua petani memiliki smartphone. 

"Ini yang perlu dicatat dan diselesaikan persoalannya oleh dinas terkait. Sehingga manfaatnya bisa optimal bagi petani sayur dan buah. Bahkan kesehatan bagi para konsumennya yang mendapat sayur dan buah yang langsung dari petani. Ini bagus dan bisa dilanjutkan," ujar Sanusi.

Seperti apakah petani bisa jadi mitra Sayurbox?Budiar menjelaskan secara sederhana Sayurbox adalah aplikasi pemasaran sayur dan buah dari tangan pertama kepada konsumen pertama juga. "Ada aturan yang harus diikuti petani untuk join di Sayurbox.Jadi, sebelum para petani terdaftar dalam aplikasi tersebut sebagai penjual, pihak aplikasi akan melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan hasil produksi tani yang akan dijual sesuai dengan kebutuhan pasar. Selanjutnya, proses pengiriman dan segalanya dilakukan oleh pihak aplikasi. Kita hanya menyediakan apa yang akan dijual saja,” terang Budiar.