Tangkapan layar penjelasan mengenai badai elektromagnetik oleh BMKG.

Tangkapan layar penjelasan mengenai badai elektromagnetik oleh BMKG.



MALANGTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peristiwa badai geomagnetik yang menerpa bumi selama dua hari terakhir. Badai tersebut dapat memicu gangguan komunikasi, sinyal televisi, satelit dan gangguan GPS. Hanya saja, BMKG memastikan bahwa wilayah Indonesia aman dari efek badai matahari itu. 

Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Hendra Suwarta mengungkapkan bahwa badai geomagnetik tersebut terjadi di matahari pada 12-13 Mei 2019 lalu. "Karena jarak bumi dan matahari, pengaruh badai itu sampai di bumi pada 16-17 Mei 2019. Pengaruhnya hanya di (daerah) lintang tinggi, sementara Indonesia tidak ada pengaruh sama sekali atau aman," ujarnya. 

Berdasarkan pantauan alat magnet bumi BMKG, terjadi pelontaran massa korona atau corona mass ejection (CME) yang menyebabkan badai geomagnetik. Badai ini diperkirakan terjadi pada kategori G2 atau moderat (sedang). "Selain itu, BMKG juga mencatat adanya peningkatan aktivitas geomagnetik di wilayah Indonesia namun masih dalam rentang aman," tuturnya. 

Wilayah dengan lintang tinggi yakni di belahan Utara dan Selatan bumi, diperkirakan mengalami dampak paling besar. Akibat badai ini, akan terjadi pula gangguan jaringan listrik bahkan kerusakan trafo jika badai itu berlangsung dalam waktu yang lama. Namun di sisi lain, akan muncul pula Aurora yang indah dan terlihat di belahan bumi Utara dan Selatan.

End of content

No more pages to load