Ratusan sepeda motor dan pelaku balap liar saat diamankan dan ditilang jajaran kepolisian, Kecamatan Singosari (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Ratusan sepeda motor dan pelaku balap liar saat diamankan dan ditilang jajaran kepolisian, Kecamatan Singosari (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemandangan tidak seperti biasanya terlihat di bagian teras halaman Polsek Singosari. Halaman polsek ini dipenuhi ratusan sepeda motor terparkir berjajar rapi, Kamis (16/5/2019). Bukan sedang pentas, ratusan roda dua berbagai merek tersebut, merupakan hasil tangkapan razia balap liar yang diamankan oleh anggota Polsek Singosari.

“Kemarin (Rabu 15/5/2019) kami melakukan razia balap liar, yang marak terjadi di wilayah hukum Polsek Singosari. Selain mengamankan ratusan pelaku yang diduga terlibat balap liar, ratusan motor juga kami sita sebagai barang bukti,” kata Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Riyanto, Kamis (16/5/2019).

Diperoleh keterangan, dalam razia balap liar yang dilakukan dalam skala besar ini. Melibatkan sekitar 30 personel kepolisian. Selain berseragam resmi, petugas juga ada yang menyamar menjadi peserta balap liar, dengan cara mengenakan pakaian preman.

Setibanya di lokasi balap liar, yakni di pintu masuk salah satu kampus swasta, yang beralamat di Jalan Raya Dusun Losawi, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari. Petugas yang menyamar langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Tepatnya sekitar pukul 16.30 waktu setempat, jajaran kepolisian langsung bertindak ketika balapan hendak diberangkatkan dari garis start. Mengetahui hal ini, ratusan peserta dan penonton balap liar, seketika semburat lari tunggang-langgang menyelamatkan diri.

Ada yang segera menuju kendaraan sepeda motor mereka masing-masing, ada pula sebagian di antaranya yang memilih berlari sekencang-kencangnya demi menghindari kejaran polisi.

 

 

Beruntung, karena kesigapan petugas, ratusan peserta dan penonton balap liar tersebut berhasil diamankan. “Sesaat setelah diamankan, kami memberikan arahan dan penyuluhan sebagai efek jera agar tidak mengulangi kegiatan serupa (balap liar),” terang Untung kepada MalangTIMES.com.

Usai mendapatkan arahan, ratusan pemilik dari sepeda motor yang terjaring razia. Dilakukan pendataan dan diproses secara tilang. “Kami sudah menindak pelaku balap liar sesuai dengan ketentuan hukum, yakni diproses secara tilang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan,” tegas perwira polisi dengan satu melati di bahu ini.

Banyaknya peserta dan penikmat balap liar, membuat petugas sempat kualahan menangani pelaku pelanggaran. Hingga Kamis (16/5/2019) dini hari, terpantau petugas masih melakukan proses tilang, dan mengkeler ratusan sepeda motor ke Polsek Singosari.

Sebagai informasi, terungkapnya kasus balap liar ini, bermula dari keluhan masyarakat setempat jika di wilayah Jalan Raya Dusun Losawi, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari. Marak ditemukan aksi balap liar.

Mendapat keterangan tersebut, puluhan personel Mapolsek Singosari langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Hasilnya ratusan peserta dan sepeda motor berbagai merk berhasil diamankan jajaran kepolisian.

“Saat memasuki bulan ramadan, aksi balap liar memang marak terjadi. Terutama ketika hendak memasuki waktu berbuka puasa. Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggelar balap liar, selain berbahaya bagi keselamatan. Juga mengganggu para pengguna jalan yang hendak melintas,” imbau mantan Kapolsek Gondanglegi ini.