Sugeng, Pelaku Mutilasi Wanita di Pasar Besar Kerap Diusir dari Kampung karena Kerap Bikin Ulah

MALANGTIMES - Sugeng, pelaku mutilasi di Pasar Besar Kota Malang, dikenal kerap membuat ulah di kawasan lingkungannya dulu tinggal, yakni Jodipan Wetan gang 3 RT2 RW 6, Kota Malang. Dia seringkali membuat warga sekitar resah.

Aksi yang meresahkan tersebut seperti membuat kegaduhan maupun menganggu warga yang lewat. Selain membuat warga resah, Sugeng juga pernah memukul ayahnya dengan palu dan juga menyilet lidah pacarnya.

Tidak hanya itu, pelaku bahkan juga sempat melakukan pembakaran terhadap kasur tetangganya beberapa tahun lalu. Dan hal itu juga nyaris membuat rumah tetangganya terbakar habis.

Ketua RW 6, Jodipan Wetan, Mochamad Lutfi  membenarkan jika pelaku memang beberapa kali membuat ulah yang meresahkan tetangga maupun warga sekitar. Dan dalam keseharianny, ia Tidak banyak berinteraksi dengan warga sekitar. "Karena sering buat ulah, akhirnya dia diusir warga. Sudah delapan tahun lalu pindah," jelasnya saat ditemui malangtimes.com di kawasan Jodipan.

Dan bekas tetangga korban, Aji Mustakim juga membenarkan mengenai ulah pelaku yang sering kali membuat keonaran saat tinggal dikawasan Jodipan. Pelaku seringkali menagnggu ketentraman warga sekitar seperti dengan membuang sampah makanan ke lahan tetangga.

"Puncaknya ya pas bakar tetangga itu, dia ngamuk, warga yang mau memadamkan apinya diancam sama dia. Dulu seingat saya bawa kursi, yang mau memadamkan akan dipukul. Setelah itu saya sempat merebut kursinya," bebernya.

Sementara itu, dari informasi Ketua RW, Sugeng seringkali juga tidur di sebuah rumah kosong di kawasan Jodipan Wetan gang 3 RT2 RW 6. Dia tidur di sebuah lokasi rumah kosong, tepatnya di teras di samping rumah yang tak memiliki space luas.

Dan sama seperti tulisan-tulisan yang ditemukan di TKP, dibeberapa bagain tembok di depan rumah maupun di samping rumah, juga ditemukan beberapa tulisan yang juga mempunyai maksud yang aneh.

Tulisan-tulisan tersebut salah satunya seperti " melalui para utusan Allah SWT, besok kalau aku mati, penjelasannya lebih kejam", itulah penggalan kalimat dari beberapa kalimat panjang yang tak terlalu jelas tertulis.  

Kemudian ada lagi tulisan yang mempunyai penggalan kata cukup mengerikan, yakni, Sumpahku ribuan tahun hidupku jadi berat. Tak sanak tak famili selalu sendiri ribuan tahun. Ruwet setia hari selalu ruwet. Dendam sang arwah Sugeng Angga Santosa.

Sementara itu, Sugeng sendiri saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian bahkan sampai meminta pendampingan psikiater. Penetapan tersangka sendiri, saat ini juga masih menunggu hasil dari tim psikiater maupun tim Labfor Polda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dalam catatan kriminalitas, Sugeng sempat dipidana selama tiga tahun karena menyilet lidah pacarnya. Selain itu, ia diketahui juga pernah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.

Top