Bekraf mengajak pelaku ekonomi kreatif di Malang untuk memanfaatkan aplikasi BISMA. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Bekraf mengajak pelaku ekonomi kreatif di Malang untuk memanfaatkan aplikasi BISMA. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menawarkan wadah bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Malang untuk mengembangkan bisnis rintisannya. Salah satunya, dengan merangkul para pelaku ekonomi mikro untuk mendaftarkan diri ke database resmi Bekraf, yakni Bekraf Information System in Mobile Application (BISMA).

Hari ini (16/5/2019) sebanyak 250 pelaku ekonomi kreatif berkumpul di Atria Hotel Malang untuk mengikuti event BISMA Goes to Get Member (BIGGER). Event tersebut diadakan sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan 16 sub sektor ekraf. 

Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bekraf, Wawan Rusiawan mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut memberikan banyak manfaat bagi para pelaku ekraf. "Dengan BISMA ini kami bisa melakukan pemetaan akurat untuk membantu penyusunan kebijakan ekonomi kreatif, baik di tingkat daerah maupun pusat," ujarnya.

Selain itu, bisa menciptakan ekosistem ekraf yang kondusif. "Jadi, pelaku ekraf yang terdaftar di BISMA akan lebih mudah dalam mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi ataupun mendapatkan pendukungan oleh Bekraf dalam mengembangkan usaha kreatif mereka," terang Wawan.

Saat ini, pelaku industri kreatif yang bergabung dalam aplikasi BISMA berjumlah sekitar 38 ribu pelaku ekonomi kreatif. "Sementara, di Kota Malang, yang terdaftar baru sekitar 677 pelaku ekraf. Ini yang harus kita tingkatkan," papar dia. 

Lebih lanjut, Wawan mengungkapkan, saat ini, baik pemerintah pusat maupun daerah, sedang gencar memajukan ekonomi kreatif. Sebab, pada tahun 2016, Produk Domestik Bruto (PDB) untuk ekonomi kreatif tercatat Rp 922,59 triliun. Angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya. "Target kami, dalam dua tahun ke depan, bisa tembus Rp 1.100 triliun," ujarnya. 

Dalam acara tersebut, para pelaku ekraf yang memulai bisnis rintisan bisa langsung mengikuti BEKRAF Session. Ada sesi konsultasi dimana pelaku kreatif dapat berinteraksi langsung dengan pejabat di lingkungan Bekraf dan berdiskusi seputar peran Bekraf dan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. 

Hadir pula narasumber-narasumber yang terdiri dari pelaku, asosiasi dan komunitas ekraf yang berbagi pengetahuan tentang inovasi sebagai penggerak dalam peningkatan perekonomian di sektor ekonomi kreatif.

End of content

No more pages to load