MALANGTIMES - “Jangan bergerak, anda sudah dikepung,” begitu kiranya gertakan yang dilontarkan jajaran kepolisian Unit Reskrim Polsek Gondanglegi, saat mengerebek arena judi, Rabu (15/5/2019) dini hari. 

Mengetahui jika polisi sudah mengerebek arena judi yang berlokasi di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi ini puluhan warga seketika lari tunggang langgang mengamankan diri.

Beruntung, karena kesigapan petugas seorang bandar judi yang diketahui bernama Abdul Malik, warga Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi ini, berhasil dibekuk polisi.

“Kasus ini masih kami dalami, sebab masih banyak penombok yang kabur saat pengerebekan berlangsung,” kata Kanit Reskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Heriyani, Kamis (15/5/2019).

Selain mengamankan seorang tersangka bandar judi, polisi juga menyita berbagai barang bukti. 

Di antaranya seperangkat alat judi mulai dari tas, karung, kaleng untuk mengocok dadu, dan satu lembar kertas judi. 

Selain itu, tiga buah senter dan uang hasil tombokan senilai Rp 560 ribu, juga disita petugas sebagai barang bukti.

“Akibat perbuatannya, tersangka Abdul sekaligus bandar ini dijerat dengan pasal 303 KUHP, tentang tindak pidana perjuan. Sedangkan ancamannya, kurungan penjara diatas 5 tahun,” sambung Heriyani.

Diperoleh keterangan, terungkapnya kasus ini bermula dari keluhan masyarakat, jika di wilayah Kecamatan Gondanglegi masih marak terjadi praktik judi. 

Mendapat laporan tersebut, Rabu (15/5/2019) sekitar pukul 02.00 waktu setempat. 

Petugas Mapolsek Gondanglegi yang saat itu melakukan patroli, dikerahkan untuk melakukan penyelidikan.

Saat melakukan patroli itulah, polisi akhirnya mendapati sekumpulan warga sedang asik taruhan judi di kawasan persawahan Desa Ganjaran. 

Mengetahui hal tersebut, anggota korps berseragam coklat ini, bergegas mengerebek praktik perjudian.

Lantaran tertangkap tangan, tersangka Abdul yang sekaligus bandar ini, hanya bisa pasrah saat diglandang petugas ke Polsek Gondanglegi. 

“Dari hasil penyidikan sementara, praktik judi semacam ini memang sering terjadi saat malam hari,” terang Heriyani.

Sementara itu, di hadapan penyidik, tersangka Abdul mengaku jika dirinya hanya iseng, menghabiskan waktu malam dengan berjudi. 

Bahkan praktik semacam ini, sudah berlangsung hingga awal bulan ramadan lalu.

“Hampir setiap malam usai salat tarawih, kami menghabiskan waktu dengan berjudi. Biasanya baru selesai hingga menjelang waktu sahur,” ucap tersangka Abdul, saat dimintai keterangan oleh penyidik.