MALANGTIMES - Petugas kepolisian kembali berhasil meringkus seorang pengedar narkotika. 

Tersangkanya adalah Moch Habib Jeriasnsyah.

Warga Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung ini diamankan jajaran kepolisian Polsek Pakisaji, pada Selasa (14/5/2019) malam.

Pria kelahiran 18 Juni 1999 ini, diringkus jajaran Unit Reskrim Polsek Pakisaji, ketika yang bersangkutan sedang berada di rumahnya. 

Sesaat sebelum diamankan petugas, tersangka diketahui baru saja melayani seorang pembeli.

“Ketika diamankan, petugas mendapati beberapa barang bukti. Di antaranya 3.558 butir pil Double L, satu unit handphone untuk melancarkan transaksi narkotika, serta uang hasil penjualan senilai Rp 600 ribu,” kata Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda S Budi Santoso, Rabu (15/5/2019).

Barang bukti yang disita petugas ini, didapat setelah polisi menggeledah saku celana dan kamar tersangka. 

Lantaran tertangkap tangan, pria pengangguran ini hanya bisa pasrah saat diglandang polisi ke Mapolsek Pakisaji.

Kasus peredaran pil koplo (sebutan lain pil double L) ini, bermula dari laporan masyarakat jika di wilayah Kecamatan Pakisaji masih marak terjadi peredaran narkoba. 

Mendapat keterangan tersebut, petugas bergegas melakukan penelusuran.

Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 22.00 WIB, petugas yang kala itu melakukan patroli di kawasan Kecamatan Pakisaji mendapati seorang pelajar SMA sedang nge-fly lantaran mengkonsumsi pil koplo.

Remaja yang dipergoki polisi sedang asik mengonsumsi narkoba itu, mengaku jika dirinya membeli pil koplo dari tersangka Habib. 

Mendapat kesaksian tersebut, petugas langsung bergegas melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka, saat berada di rumahnya.

“Akibat perbuatan tersangka kami jerat dengan pasal 197 subsider pasal 196 Undang-undang nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan. Dengan ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara,” sambung Budi.

Dari hasil penyidikan sementara, tersangka Habib ini mengaku jika mendapatkan pasokan pil koplo, dari seorang temannya yang berasal dari Bali. 

Sejauh ini, pelaku mengaku sudah dua kali mendapat pasokan pil koplo. 

Sedangkan barang laknat tersebut, didapat tersangka dengan cara mengambilnya disuatu tempat yang sudah disepakati (sistim ranjau).

“Kasus ini masih dalam tahap pengembangan, termasuk memburu keberadaan sang bandar yang selama ini memasok pil double L terhadap tersangka Habib,” tegas Budi.

Sementara itu, di hadapan petugas tersangka Habib menuturkan, jika selama ini dirinya memesan barang haram tersebut melalui telephone. 

Setelah itu, dirinya lantas mengirim sejumlah uang melalui transfer, terhadap sang bandar sesuai dengan harga yang sudah ditentukan. 

“Jika sudah masuk uang yang saya kirim, maka barang pesanan akan diantar ke suatu tempat. Biasanya untuk mengambilnya, saya akan dibimbing melalui telphone,” kata Habib saat dimintai keterangan penyidik.

Pria yang kini berusia 19 tahun itu mengaku, jika selama ini dirinya menjadikan kalangan pelajar yang ada di wilayah Kecamatan Pakisaji sebagai sasaran utama memasarkan narkotika. 

“Harga yang lebih terjangkau karena murah, membuat penjualannya kepada kalangan pelajar lebih mudah,” pungkasnya.