Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan tunggal di Tol Mapan, sesaat sebelum dievakuasi, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan tunggal di Tol Mapan, sesaat sebelum dievakuasi, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)



MALANGTIMES - Baru saja diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, Senin (13/5/2019) lalu. Ruas jalan Tol Mapan (Malang-Pandaan), sudah memakan korban. Mobil Subaru nopol N-1453-CM, yang dikemudikan oleh Iwan Tessy warga jalan Letjen S Parman, Kota Malang dikabarkan menghantam pembatas jalan, Rabu (15/5/2019) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, kecelakaan tunggal ini terjadi di kawasan interchange (simpang susun) Singosari. Tepatnya di kilometer 86. “Akibat kecelakaan tunggal ini, bagian depan mobil mengalami rusak parah. Sedangkan korban yang sekaligus pengemudi mobil hanya mengalami luka ringan,” kata Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.

Diperoleh keterangan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Ketika itu mobil yang dikemudikan Iwan, melintas dari arah Surabaya menuju Malang dengan kecepatan normal.

Setibanya di kilometer 86 interchange Singosari, korban yang hendak menuju ke arah Singosari ini, bukannya berbelok ke kiri sesuai jalur yang ditentukan. Korban justru nyelonong melintas lurus. Hingga akhirnya, kendaraan yang dikemudikan pria 70 tahun itu, menghantam pembatas jalan yang terbuat dari beton.

Petugas kepolisian dari Unit Laka Lantas Polres Malang, yang mendapatkan informasi langsung menerjunkan anggotanya ke lokasi kejadian. “Berdasarkan hasil penyidikan sementara, penyebab kecelakaan murni karena human error. Korban kurang berhati-hati, sehingga mengabaikan rambu lalu lintas yang berdampak kecelakaan tunggal lantaran menghantam pembatas jalan,” terang Agus.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta keterangan dari berbagai saksi. “Usai kejadian, mobil yang terlibat kecelakaan tunggal, dievakuasi menggunakan mobil derek,“ ujar Agus.

End of content

No more pages to load