Sedotan McD yang terbungkus dengan kertas. (Foto: istimewa)

Sedotan McD yang terbungkus dengan kertas. (Foto: istimewa)



MALANGTIMES - Banyak restoran yang menerapkan untuk menghentikan penggunaan peralatan berbahan plastik untuk menyelamatkan lingkungan. Hal ini  juga menjadi keputusan McDonald's (McD) Inggris yang akan memberhentikan penggunaan pipet/ sedotan plastik.

Hal ini membuat banyak orang memprediksi bahwa sedotan itu bakal jadi barang langka. Terlihat dari situs jual beli eBay, sedotan McD dijual seharga Rp 91 juta.

Tidak hanya di Inggris, hal ini juga mulai dilakukan untuk restoran makanan cepat saji di Indonesia. Sebagai tindakan dari aksi penyelamatan lingkungan, dan menggantikannya dengan sedotan berbahan kertas.

Namun, kebijakan itu justru rupanya tidak disenangi masyarakat. Bahkan ada yang menggalang petisi untuk menyuruh McD Inggris mengembalikan sedotan berbahan plastik itu.

Selain munculnya pro dan kontra, ada juga masyarakat yang tidak ambil pusing dengan kebijakan McD itu dan malah menjadikannya sebagai leluconan.

Ada yang mengatakan sedotan plastik McD diprediksi akan menjadi barang yang sangat langka di kemudian hari. Seperti yang terlihat di situs jual beli eBay, sedotan plastik McD yang masih terbungkus kertas ditawarkan dengan harga yang sangat tinggi.

Ada seseorang yang mencoba menjualnya dengan harga 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 18,3 juta. Lalu ada juga yang tak main-main, menawarkan pipet yang masih terbungkus kertas dengan logo McDonald's itu dengan harga 5.000 poundsterling atau sekitar Rp 91,8 juta.

"Kesempatan luar biasa untuk bisa dapat sedotan plastik McDonald's yang langka," tulis keterangan iklan tersebut.

”2018, vintage, dan terbungkus kertas asli. Peluang investasi," lanjutnya.

Sedang sudah ada sebanyak 1.361 restoran McD di Inggris dan Irlandia secara bertahap mulai menggantikan sedotan plastik dengan kertas. Tetapi, sedotan kertas itu menimbulkan kekecewaan pelanggan. Hal itu karena sedotan tersebut mudah hancur dan bahkan larut dalam minuman.

End of content

No more pages to load