Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Warga Malang kiranya kini sudah tidak perlu khawatir. Lantaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal memberikan jaminan kesehatan secara menyeluruh pada tahun 2020 mendatang.

Ya, semua warga Kota Malang tanpa terkecuali akan terdaftar di BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Bahkan, untuk merealisasikannya Pemkot Malang telah menganggarkan sekitar Rp 30 - 40 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun depan. 

"Secara teknisnya saya sudah sampaikan dan meminta bahwa tahun 2020 warga Kota Malang sudah harus tercover BPJS 100 persen," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Ia menambahkan, jika masalah kesehatan sudah menjadi salah satu prioritas semua daerah. Karenanya, pihaknya mengharapkan kedepan tidak ada masalah mengenai program BPJS tersebut.

"Ini kan masuk program prioritas, seperti pendidikan dan juga infrastruktur. Berapapun uang yang dibutuhkan tidak akan masalah, semua harus sudah pakai BPJS," imbuh pria asal Lamongan ini.

Hingga saat ini tercatat jumlah warga Kota Malang yang belum tercover BPJS sekitar 200 ribu jiwa. Sehingga dengan program itu, pihaknya menegaskan untuk tidak akan membuat sistem subsidi silang. Karena baik warga yang tingkat ekonominya menengah atau atas tetap mendapatkan jaminan kesehatan itu.

Bahkan kedepannya, seluruh faskes atau rumah sakit rujukan tidak boleh lagi menolak pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

"Tidak boleh ada lagi kasus penolakan pasien. Jadi nanti jangan sampai masih ada orang yang mendapat penolakan dari rumah sakit - rumah sakit. Harapan kami ini benar - benar bisa diterapkan dengan baik," tandasnya.

End of content

No more pages to load